Harakatuna.com – Salah satu hal yang diperintahkan Al-Quran kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia adalah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap orang disuruh berlomba dalam kebaikan sesuai dengan kadar kemampuannya. Tentu dengan terus membiasakan diri berlomba dalam kebaikan ia akan bisa menjadi orang terbaik di sisi Allah dan juga Rasulullah. Dan untuk bisa menjadi orang terbaik di sisi Rasulullah, berikut hal-hal yang bisa dilakukan.
Nabi Muhammad dalam sebuah hadisnya menjelaskan ciri-ciri orang yang terbaik di sisi-Nya. Oleh karenanya umat Islam yang ingin menjadi orang terbaik di sisi Rasulullah seyogyanya untuk melakukan hal tersebut. Dalam hadisnya Rasulullah bersabda:
إِنَّ أَغْبَطَ أَوْلِيَائِي عِنْدِي لَمُؤْمِنٌ خَفِيفُ الْحَاذِ ذُو حَظٍّ مِنْ الصَّلَاةِ أَحْسَنَ عِبَادَةَ رَبِّهِ وَأَطَاعَهُ فِي السِّرِّ وَكَانَ غَامِضًا فِي النَّاسِ لَا يُشَارُ إِلَيْهِ بِالْأَصَابِعِ وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافًا فَصَبَرَ عَلَى ذَلِكَ
Artinya: “Sesungguhnya wali-wali yang terbaik menurutku adalah orang beriman yang sederhana, memiliki porsi besar dalam shalat, memiliki kualitas ibadah terbaik kepada Tuhannya. Menaati-Nya saat sepi, tidak dikenali banyak orang dan orang-orang tidak begitu tertuju pada-Nya, rejekinya berkecukupan kemudian ia bersabar atas kondisinya.” (HR At-Tirmidzi).
Dari hadis ini menjadi jelas, jika ingin menjadi orang terbaik di sisi Allah maka lakukanlah hal berikut ini:
Pertama, orang yang beriman secara sederhana namun memiliki porsi yang sangat besar terhadap shalat. Orang yang beriman kepada Allah ini tidak memaksakan diri dalam beribadah sehingga bisa memberatkannya. Orang yang beriman secara sederhana adalah menjauhi segala yang dilarang Allah dan melaksanakan ibadah sesuai kadar kemampuan. Beriman secara sederhana yang menjadi orang terbaik di sisi Nabi Muhammad itu waktu hidupnya hanya tertuju pada shalat. Waktu-waktu ketika ia bekerja dan beraktivitas lainnya hanya digunakan untuk menunggu waktu shalat tiba.
Kedua, memiliki kualitas ibadah terbaik. Segala ibadah yang dilakukan seperti shalat, puasa, haji dan lain sebagainnya. Selain berlandaskan ilmu syariat juga memiliki kualitas baik. Ibadahnya benar-benar memberikan dampak dalam hidupnya dan ibadah yang dilakukan tidak hanya menggugurkan kewajiban dan formalitas belaka sehingga kering dari pemaknaan dan penjiwaan.
Ketiga, senantiasa taat kepada Allah di saat sendirinya. Kadang banyak orang jaim di depan umum, akan tetapi ketika sendirian berani melanggar perintah Allah. Maka orang terbaik disisi Nabi Muhammad itu senantiasa menaati Allah dalam sendiri maupun ramainya.
Keempat, orang terbaik di sisi Nabi Muhammad adalah orang yang biasa-biasa saja tidak banyak dikenal manusia namun memiliki kedekatan luar biasa dengan Allah. Banyak orang mengira ia orang biasa-biasa padahal kualitas ibadah dan kedekatannya kepada Allah begitu luar biasa.
Kelima, orang yang memiliki harta pas-pasan dan ia sabar akan hal ini. Orang ini selalu merasa cukup dan tidak pernah menampakkan kekukuran sampai-sampai ia terlihat mapan di mata orang-orang.
Demikianlah hal-hal yang perlu dilakukan agar menjadi orang terbaik di sisi Rasulullah. Wallahu A’lam Bishowab.









Leave a Comment