Indonesia Desak AICHR Tolak Standar Ganda HAM

Ahmad Fairozi, M.Hum.

11/07/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Kuala Lumpur – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, menekankan pentingnya peran aktif ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dalam menyuarakan keadilan dan menolak standar ganda dalam penegakan hak asasi manusia (HAM), khususnya terkait isu Palestina.

“AICHR harus berani menolak standar ganda HAM, termasuk dalam kasus Palestina,” tegas Menlu Sugiono dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan AICHR yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (8/7).

Pertemuan tersebut menjadi momen perdana bagi Sugiono untuk berinteraksi langsung dengan AICHR sebagai Menlu RI. Dalam forum itu, Indonesia menekankan bahwa komitmen politik terhadap HAM tidak boleh berhenti pada retorika semata. “Tugas kita sekarang adalah menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam aksi nyata,” ujar Sugiono.

Ia mendorong AICHR untuk bersikap lebih tanggap terhadap isu-isu HAM yang bersifat mendesak, serta memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Sugiono juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai tantangan bersama di kawasan, seperti perdagangan manusia dan kerusakan lingkungan. Menurutnya, pendekatan terpadu sangat diperlukan agar upaya pemajuan HAM tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sementara itu, Wakil Indonesia di AICHR, Anita A. Wahid, menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh dalam mengarusutamakan prinsip-prinsip HAM di kawasan Asia Tenggara. “Kontribusi aktif Indonesia mencerminkan tekad kuat untuk membumikan nilai-nilai HAM di tingkat regional,” ujar Anita.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini AICHR tengah menyusun dua deklarasi penting yang menyangkut hak atas lingkungan hidup yang sehat, serta hak atas pembangunan dan perdamaian. “Dua isu ini sangat relevan dan mendesak untuk diangkat dalam konteks ASEAN saat ini,” tambahnya.

Dengan penekanan pada kerja nyata dan sinergi antarnegara, Indonesia berharap AICHR mampu bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya simbolis, tetapi juga berdampak konkret dalam pemajuan HAM di kawasan.

Leave a Comment

Related Post