Indonesia–Australia Jajaki Kerja Sama Halal dan Dakwah Moderat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/06/2025

3
Min Read
Indonesia–Australia Jajaki Kerja Sama Halal dan Dakwah Moderat

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menerima kunjungan Imam Besar Islamic Center Sydney sekaligus Ketua Persatuan Muslim Australia, Syaikh Shady Al-Suleiman, di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (24/6/2025) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan komunitas Muslim Australia, khususnya dalam bidang moderasi beragama dan pengembangan sertifikasi halal.

Dalam sambutannya, Wamenag menyatakan bahwa kunjungan Syaikh Shady bukanlah pertemuan biasa, melainkan suatu kehormatan besar bagi Indonesia. “Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sebuah berkah dan kehormatan. Majelis yang dipimpin oleh Syaikh Shady adalah pusat kepemimpinan Islam di Australia. Kami sangat terbuka dan siap menjalin kerja sama lebih jauh,” ujar Romo Syafi’i.

Syaikh Shady Al-Suleiman, dalam paparannya, mengungkapkan perkembangan pesat komunitas Muslim di Australia, yang ditandai oleh keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, hingga edukatif.

“Komunitas Muslim di Australia terus berkembang. Saat ini, kami memiliki lebih dari 300 pusat kegiatan Islam, termasuk masjid, madrasah, majelis taklim, bahkan pusat kebugaran yang dikelola dengan semangat dakwah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Islamic Center Sydney menjadi salah satu pusat Islam terbesar di Australia, dengan kunjungan jamaah mencapai lebih dari 2.000 orang setiap harinya. “Kami juga bekerja sama erat dengan pemerintah Australia dalam sejumlah program sosial dan keagamaan,” tambah Syaikh Shady.

Selain sebagai pusat pembinaan umat, Islamic Center Sydney juga memainkan peran penting dalam pengembangan fatwa dan sertifikasi halal. Ia menyampaikan harapannya untuk dapat memperkuat kolaborasi dengan Indonesia di bidang ini. “Kami telah menjalin kemitraan halal dengan beberapa negara dan sangat tertarik menjalin kolaborasi dengan Indonesia, yang kami pandang sebagai pemimpin industri halal dunia,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wamenag menyatakan bahwa Indonesia siap menyambut peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, penguatan kemitraan ini sangat sejalan dengan visi besar Kementerian Agama dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat Islam global yang moderat dan inklusif. “Kami akan menindaklanjuti semua potensi kerja sama yang dibicarakan hari ini. Dari penguatan sertifikasi halal, pertukaran pemuda, hingga pengembangan dakwah moderat, semua sangat relevan dengan agenda kami,” jelas Romo Syafi’i.

Lebih lanjut, Wamenag juga menyatakan komitmennya untuk menjembatani komunikasi antara Syaikh Shady dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), guna mempercepat proses kolaborasi terkait sertifikasi halal. “Saya menyambut baik semua hal yang disampaikan oleh Syaikh, dan apa pun bentuk kerja sama yang memungkinkan akan kami fasilitasi sebaik mungkin,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara Indonesia dan komunitas Muslim Australia, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan industri halal yang berkelanjutan dan inklusif.

Leave a Comment

Related Post