Harakatuna.com. New Delhi – Tiga militan yang diyakini bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikelola India pada April lalu telah tewas dalam operasi militer gabungan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, kepada parlemen pada Selasa (30/7).
Serangan brutal tersebut terjadi di kawasan pegunungan Baisaran, sebuah lokasi wisata populer di Kashmir, dan menewaskan 26 orang—sebagian besar adalah wisatawan asal India. Insiden itu menuai kemarahan luas di seluruh negeri dan memicu ketegangan tajam antara India dan Pakistan.
Dalam pernyataannya di hadapan parlemen, Shah menjelaskan bahwa ketiga militan yang terlibat merupakan warga negara Pakistan. Mereka tewas dalam operasi gabungan bertajuk Operasi Mahadev, yang dilaksanakan pada Senin (29/7) oleh Angkatan Darat India, Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF), dan kepolisian Jammu dan Kashmir.
“Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga kami di Lembah Baisaran adalah ketiga teroris ini, dan ketiganya telah berhasil dilumpuhkan,” kata Shah di hadapan anggota parlemen.
Menurut Shah, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja intelijen selama berbulan-bulan. Pada bulan Mei, badan intelijen India menerima informasi bahwa para militan bersembunyi di Taman Nasional Dachigam, di pinggiran kota Srinagar. Setelah melalui proses verifikasi intensif, pasukan gabungan akhirnya melakukan penyerbuan.
CNN telah menghubungi pihak pemerintah Pakistan untuk mendapatkan komentar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Islamabad. Sebelumnya, India menuduh Pakistan sebagai dalang di balik serangan bulan April, tuduhan yang dibantah keras oleh pemerintah Pakistan.
Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, India melancarkan aksi balasan dalam bentuk serangan udara ke wilayah Pakistan, yang kemudian dibalas dengan serangan militer oleh pihak Pakistan. Konflik singkat namun mematikan ini menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak.
Operasi penumpasan militan ini terjadi bertepatan dengan sidang khusus parlemen yang membahas Operasi Sindoor, yakni nama resmi untuk aksi balasan India terhadap Pakistan pasca serangan April.
Ketegangan di wilayah Kashmir, yang telah lama disengketakan sejak pemisahan India dan Pakistan tahun 1947, terus menjadi sumber konflik antara kedua negara. Kedua negara yang terpisah dari bekas koloni Inggris tersebut sama-sama mengklaim wilayah Kashmir secara penuh, meskipun hanya menguasai sebagian dari wilayah itu. Sejak kemerdekaan, mereka telah terlibat dalam tiga perang besar terkait Kashmir.
Konflik yang terjadi setelah pembantaian wisatawan pada April lalu disebut sebagai salah satu yang paling serius dalam beberapa dekade terakhir. Serangan udara lintas batas dan bentrokan militer sempat berlangsung selama empat hari, sebelum akhirnya gencatan senjata diumumkan.
Kala itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington berperan dalam memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara. Namun, India dengan tegas membantah adanya keterlibatan Amerika Serikat dalam negosiasi tersebut.








Leave a Comment