Harakatuna.com – HUT ke-79 RI sudah selesai dan bulan kemerdekaan: Agustus, segera berlalu. Apa yang baru di tahun ini untuk NKRI? Jawabannya pasti beragam. IKN merupakan yang paling signifikan, yang tidak hanya ditandai dengan pindahnya gelaran upacara nasional dari Jakarta ke Nusantara, tetapi juga transformasi progresif IKN itu sendiri: smart city dan green city dengan pemerintahan yang baik bersih berorientasi digitalisasi dan reformasi birokrasi.
Perlu digarisbawahi, pada HUT ke-79 RI ini, rakyat Indonesia diingatkan ihwal perjalanan panjang bangsa dalam meraih kemerdekaan dan kemandirian. Perayaan kemerdekaan terasa lebih berkesan, terutama karena rakyat berada di tengah-tengah transformasi terbesar dalam sejarah bangsa, yakni pembangunan IKN itu sendiri. Paradigmanya, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dunia.
Untuk tujuan tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat diupayakan. Pertama, pengembangan teknologi sebagai pilar kemajuan sosial-ekonomi. Dengan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, Indonesia bertekad untuk tidak saja mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, tetapi juga menjadi katalisator sektor teknologi itu sendiri. Investasi terkait menunjukkan, Indonesia siap berkompetisi dalam ekonomi digital global.
Hal itu merupakan langkah riil menuju peningkatan daya saing nasional yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang merata. Kedua, reformasi dan digitalisasi birokrasi melalui efisiensi dan transparansi pelayanan publik. Birokrasi yang selama ini sering dianggap lambat dan berbelit-belit, kini wajib berubah dan dirombak menuju efisiensi dan transparansi. Ini tak bisa ditawar.
Sebab, dengan digitalisasi birokrasi, pelayanan publik tidak lagi menjadi beban, melainkan fasilitator utama dalam kehidupan masyarakat. Proses perizinan yang dipersingkat, layanan terpadu yang berbasis digital, dan sistem pengawasan yang ketat-sigap merupakan upaya mewujudkan birokrasi yang responsif dan akuntabel—sebuah karakteristik smart city juga. Ketiga, membangun masa depan berkelanjutan melalui smart city dan green city.
IKN dirancang sebagai kota pintar (smart city) dan kota hijau (green city) yang notabene model bagi pengembangan kota-kota lainnya di Indonesia. Konsep tersebut tidak boleh hanya sekadar jargon, tetapi mesti diwujudkan melalui desain kota yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kereta tanpa rel itu hanyalah satu dari realisasinya.
Penggunaan energi terbarukan, sistem transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan limbah yang canggih adalah beberapa elemen yang wajib menjadi prototipe IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan. Hal itu adalah bukti riil bahwa Indonesia berkomitmen untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan berkontribusi dalam menjaga kesehatan bumi. Keempat, menciptakan clean government dan good government.
Komitmen terhadap clean government dan good government mesti menjadi fondasi seluruh upaya pembangunan di IKN. Pemerintahan yang bersih; bebas dari korupsi dan efektif dalam pengelolaan sumber daya, merupakan keharusan untuk mewujudkan visi besar IKN. Pada saat yang sama, dengan penerapan teknologi digital dalam setiap aspek pemerintahan, IKN akan menjadi kiblat pemerintahan yang baik dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Kelima, mengusahakan kesejajaran NKRI dengan negara-negara maju. Ini adalah poin utama dari keempat upaya di atas. Bagaimana pun, refleksi pada HUT ke-79 RI adalah momentum yang tepat menegaskan kembali tekad sebagai bangsa yang besar dan bermartabat. Pembangunan IKN jangan sampai sekadar megaproyek infrastruktur, melainkan simbol dari transformasi nasional yang akan membawa Indonesia menuju era baru.
Apa era baru yang dimaksud? Tidak lain, ialah era di mana NKRI tidak lagi hanya menjadi pengikut dan dilabeli sebagai banana country, tetapi menjadi pemimpin di kancah internasional dari segi politik maupun ekonomi. Semua pihak harus saling ulur tangan merealisasikan era di mana Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dunia, baik dalam hal teknologi, tata kelola pemerintahan, maupun kualitas hidup masyarakatnya.
Sekali lagi, IKN bukan hanya tentang proyek pemindahan ibu kota hasil legacy Jokowi, melainkan proyek menciptakan mesin penggerak ekonomi yang akan memberikan dampak luas dan mendalam bagi seluruh negeri. Dengan semangat gotong-royong dan optimisme, mari kita wujudkan visi besar tersebut. Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan bukan lagi impian, tetapi realitas yang sedang kita bangun bersama.
Sebelum Agustus berlalu, sekali lagi, selamat HUT ke-79 Republik Indonesia, saatnya kita tunjukkan bahwa kita bisa!








Leave a Comment