IKN: Pusat Pembangunan Ekonomi Inklusif

Muallifah

22/08/2024

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah salah satu pembahasan yang tidak luput dari masyarakat beberapa waktu belakangan ini. Selain karena banyak polemik terkait proses pembangunan yang dijalankan, ada banyak kelompok yang memanfaatkan celah kekurangan tersebut untuk propaganda. Para aktivis khilafah, dengan narasi propagandanya, setiap waktu selalu menyerang proses pembangunan IKN dari berbagai sisi. Kritik yang disampaikan tersebut, justru bukan untuk membangkitkan anak muda berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kemajuan bangsa, justru sebaliknya.

Mereka menyebarkan narasi kebencian terhadap pemerintah agar anak muda berbelok haluan untuk mendukung misi penegakan khilafah di Indonesia. Fenomena ini akan mengancam optimisme bangsa Indonesia, yang seharusnya dipupuk untuk keberlangsungan proses pembangunan Indonesia, khususnya dengan keberadaaan IKN. Maka sikap kritis yang dimiliki oleh kita anak muda dalam proses pembangunan IKN, jangan sampai ditunggangi/terkontaminasi oleh para aktivis khilafah, yang setiap waktu selalu menyebarkan narasi propaganda.

Letak IKN dan Pusat Peradaban Indonesia

Ibu Kota Nusantara bertempat di Kabupaten Penajam Paser Utara  dan  Kabupaten Kutai  Kartanegara.  Berdasarkan  Wikipedia, Kabupaten Penajam Paser Utara terdiri dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Babulu, Penajam, Sepaku dan Waru. Jumlah penduduk 181.349  jiwa  pada  tahun  2020,  dengan  kepadatan 54 jiwa/km. Rencananya lokasi pusat pemerintahan akan berdiri di Kecamatan Sepaku. Sedangkan  Kabupaten  Kutai Kartanegara berbatasan langsung dengan Kota Samarinda. Kabupaten ini terdiri dari 18 wilayah kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 734.485  jiwa  pada tahun 2020. 

Mayoritas warga lokal mengandalkan hutan sebagai sumber penghasilannya. Sebagai sebuah Ibu Kota Negara yang baru,  pemerintah Indonesia menargetkan akan memboyong 60 ribu ASN untuk pindah ke IKN Nusantara pada tahun 2024 (CNN Indonesia). Hal ini juga dibuktikan dengan formasi pendaftaran ASN tahun 2024 yang sudah diumumkan, ada banyak formasi yang dibuka, khususnya lokasi di IKN.  Artinya, sebagai anak muda, ini adalah kesempatan kita untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan Indonesia, dan menepis narasi bahwa pembangunan Indonesia hanya berpusat pada Jawa.  

Tidak hanya itu, formasi yang disediakan di IKN tersebut ditopang dengan   rencana   pembangunan   infrastruktur   perumahan,   transportasi, pendidikan, dan kesehatan yang akan dibangun di IKN Nusantara. Artinya, pemerintah benar-benar mempersiapkan pembangunan untuk diisi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, dalam kasus pembangunan  IKN Nusantara,  warga  lokal  yang  hidup di wilayah  Sepaku dan Samboja maupun di sekitarnya akan terdampak dari adanya pengaruh masyarakat lain yang masuk. Dengan adanya  pembangunan  IKN  Nusantara, warga lokal tergusur  dan  kehilangan  sumber  mata  pencahariannya  karena  hutan  akan  dibangun  menjadi sebuah kawasan Ibu Kota Negara baru yang dilengkapi dengan berbagai macam infrastruktur baru.

Dalam kasus ini, rentan sekali terjadi pelanggaran terhadap hak-hak warga lokal maupun hak hidupnya. Maka dari itu, pengawalan terhadap hak-hak warga lokal untuk mendapatkan kompensasi dan lapangan pekerjaan yang baru, harus dituntaskan oleh pemerintah. Jangan sampai, terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk sebagian masyarakat, justru menutup kehidupan masyarakat lokal yang terdampak dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Meski begitu, proses pembangunan IKN dengan kondisi urgennya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di berbagai daerah, khususnya kawasan Timur. Selama ini, Jakarta dan sekitarnya terkenal dengan pusat segalanya (pemerintahan, politik, industri, perdagangan, investasi, teknologi, budaya, dan lain-lain).

Tidak mengherankan jika perputaran uang di Jakarta mencapai 70 persen yang luasnya hanya 664,01 km² atau 0,003 persen dari total luas daratan Indonesia 1.919.440 km². Sementara jumlah penduduknya 10,56 juta jiwa atau 3,9 persen dari jumlah penduduk Indonesia 270,20 juta jiwa (data tahun 2020). Dengan adanya IKN, kita memiliki harapan besar bahwa pembangunan wilayah ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.

Proses pembangunan yang sedang berlangsung pada hari ini, perlu untuk selalu didukung oleh bangsa Indonesia. Sebab kita sepakat bahwa pembangunan di Indonesia tidak boleh hanya berpusat pada Jawa. Pemerataan pembangunan harus didukung di seluruh wilayah Indonesia. Wallahu A’lam.

Leave a Comment

Related Post