Hari Raya Idulfitri merupakan momentum yang pas untuk membenahi semuanya, semua kesalahan kita dalam beragama dan berbangsa.
Idulfitri semestinya tidak dimaknai secara sempit sebagai kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan Ramadan. Ada kemaslahatan yang tidak kalah penting untuk digapai, yaitu kemaslahatan beragama dan berbangsa.
Fitrah beragama adalah sejauh apa kita dapat jadi seorang hamba yang menebar keadilan dan persatuan. Agama sebagai ketundukan terhadap Zat Yang Mahatinggi mesti menumbuhkan empati kemanusiaan.
Fitrah berbangsa adalah pergaulan harmoni tanpa sekat, terutama sekat agama. Menumbuhkan toleransi kepada sesama tanpa melihat latar belakang agama merupakan keniscayaan, sehingga hujatan antarsesama tidak menghantui lagi. Berbangsa artinya bersatu, yaitu ber-Indonesia, maka narasi yang berseberangan dan mencederainya harus dikonter bersama.








Leave a Comment