Harakatuna.com – Setan sudah berjanji akan selalu menggoda dan menjerumuskan manusia agar berbuat maksiat. Bahkan janji setan ini diabadikan dalam Al-Quran, Surah Al-Hijr, ayat 39 yang berbunyi, “Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” Dalam menggoda manusia, setan biasanya membisikan bisikan-bisikan sesat di telinga manusia. Dan berikut bisikan-bisikan setan yang harus diwaspadai
Pertama, bisikan-bisikan setan saat orang sedang melaksanakan shalat.
أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يا رسول اللَّهِ. إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ. فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ. واتفل على يسارك ثلاثا
Artinya: “Utsman bin Abil ‘Ash bertanya: Wahai Rasulullah, sungguh setan menjadi penghalang antara aku dengan shalat dan bacaan Al-Qur’anku, ia membuat shalat dan membaca Al-Qur’an menjadi kacau bagiku. Lalu Rasulullah menjawab: Itu adalah setan bernama Khanzab, jika engkau merasakan kehadirannya, maka mintalah perlindungan darinya pada Allah (membaca ta’awwudz), dan meludahlah tiga kali ke arah kirimu.” (HR Shahih Muslim [Kairo: Mathba’ah ‘Isa Al-Hallabi, tt], juz IV, halaman 1728).
Kedua, bisikan setan yang mengganggu manusia terkait urusan akidah. Seperti gangguan sebenarnya siapa yang menciptakan tuhan dan lain sebagainya.
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا مَنْ خَلَقَ كَذَا حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ وَلْيَنْتَهِ
Artinya: “Setan datang pada salah satu dari kalian lalu mengatakan, Siapa yang menciptakan ini? siapa yang menciptakan ini? hingga ia akan mengatakan: Siapa yang menciptakan tuhanmu?. Jika ia telah mengatakan itu, mintalah perlindungan pada Allah dan berhentilah (memikirkannya).” (HR Shahihul Bukhari, jilid III, hlm. 123).
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa setan akan membisikkan pertanyaan-pertanyaan untuk membuat manusia ragu akan eksistensi tuhan, sehingga ia tidak percaya lagi pada aturan-aturan agama dan berbuat sesuka hati. Jika muncul keraguan semacam itu, maka berhentilah memikirkannya dengan menyibukkan diri dengan hal lain.
Ketiga, bisikan setan yang merusak rumah tangga seseorang. Bisikan ini sangat berbahaya karena permulaan dari rusaknya tatanan sosial.
إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ، فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ: وَيَجِيءُ أَحَدُهُمْ، فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امرأتهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ
Artinya: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian ia mengirim pasukan-pasukannya. Maka yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya (kerusakannya). Salah satu dari mereka datang dan berkata: Aku telah melakukan ini dan itu. Lalu Iblis menjawab: Kamu tidak melakukan apa-apa. Kemudian salah satu dari mereka datang dan berkata: Aku tidak meninggalkan orang itu hingga aku memisahkannya dari istrinya. Maka Iblis mendekatkannya (ke singgasana) dan berkata: Engkaulah yang terbaik.” (HR Shahih Muslim, jilid IV, hlm. 2167).
Semua bisikan setan sangat berbahaya bagi orang yang beriman, oleh karenanya harus selalu diwaspadai. Dan yang paling penting adalah kita semua agar selalu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan dan bisikan setan yang menyesatkan. Wallahu A’lam Bishowab.








Leave a Comment