Harakatuna.com. Gaza — Di tengah penderitaan rakyat Palestina akibat blokade dan agresi yang berkepanjangan, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan agar momentum Idul Adha 1446 H dijadikan sebagai ajang memperkuat solidaritas dan perjuangan mematahkan pengepungan di Jalur Gaza.
Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari Quds Press, Kamis (5/6), Hamas menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada seluruh rakyat Palestina, meskipun tahun ini mereka kembali harus merayakannya dalam suasana penuh duka.
“Kami menyerukan agar hari-hari Idul Adha menjadi arena untuk mengintensifkan solidaritas dengan rakyat Palestina, menyembuhkan luka-luka mereka, dan meningkatkan gerakan untuk mematahkan blokade di Jalur Gaza, membuka penyeberangan, dan mengakhiri agresi yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan tersebut.
Idul Adha tahun ini, menurut Hamas, merupakan yang keempat kalinya dirayakan warga Gaza dalam kondisi genting sejak dimulainya agresi besar-besaran pada 7 Oktober 2023. Selama lebih dari 600 hari, warga Gaza hidup dalam situasi kemanusiaan yang memburuk: dilanda kelaparan, pemboman, kehancuran infrastruktur, dan terbatasnya akses terhadap bantuan medis maupun logistik.
Namun, di tengah tragedi tersebut, Hamas menegaskan bahwa semangat perjuangan rakyat Gaza tidak pernah surut. “Terlepas dari kedalaman tragedi yang mereka alami, rakyat kami tetap teguh, istiqamah dalam iman kepada janji Allah dan yakin akan kekalahan para penjajah,” tegas Hamas dalam pernyataan yang sama.
Hamas juga memanjatkan doa agar Idul Adha mendatangkan kemenangan bagi rakyat Palestina, mengakhiri penjajahan, serta menghadirkan kebebasan dan kemerdekaan atas tanah air mereka. Penekanan khusus juga diberikan pada pembebasan tempat-tempat suci umat Islam, terutama Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.
Tidak hanya kepada rakyat Palestina, Hamas turut menyampaikan selamat Idul Adha kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, serta mendoakan keberkahan bagi para jamaah haji yang menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.








Leave a Comment