Gus Yahya Temui Pejabat Pemerintah Jerman, Bahas Kerja Sama Strategis NU dalam Misi Kemanusiaan Global

Ahmad Fairozi, M.Hum.

09/07/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Berlin – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melakukan pertemuan dengan Thomas Rachel, pejabat tinggi Pemerintah Jerman yang menjabat sebagai The Federal Government Commissioner for Freedom of Religion or Belief. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman, Berlin, pada Selasa (7/7/2025).

Dalam agenda diplomasi tersebut, Gus Yahya membahas potensi kerja sama strategis antara Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Jerman dalam bidang kemanusiaan global serta penguatan peran agama sebagai elemen penting dalam menciptakan perdamaian dunia.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaboratif. Gus Yahya hadir bersama Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, serta Penasihat Khusus Urusan Internasional PBNU, H. Muhammad Kholil.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah inisiatif Religion of Twenty (R20), sebuah gerakan lintas agama yang digagas oleh NU dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tahun 2022. Melalui R20, NU mendorong agama-agama dunia untuk tidak hanya hadir sebagai simbol identitas, tetapi turut serta dalam menawarkan solusi atas tantangan global.

“R20 adalah upaya NU agar agama-agama tidak sekadar menjadi bagian dari masalah, melainkan turut bertanggung jawab dalam merumuskan solusi bagi peradaban dunia,” ujar Gus Yahya dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Gus Yahya menyoroti pentingnya konsensus kebangsaan Indonesia—yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai model pengelolaan keragaman yang dapat menjadi inspirasi bagi dunia internasional.

Sementara itu, Thomas Rachel menyambut baik gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Gus Yahya. Ia mengapresiasi kontribusi NU dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, kebebasan beragama, dan demokrasi di tingkat global.

“Kami sangat menghargai peran Nahdlatul Ulama dalam membangun jembatan perdamaian melalui dialog lintas agama. Ini adalah kontribusi yang sangat penting di tengah tantangan global saat ini,” ujar Rachel.

Kedua pihak sepakat untuk mempererat kerja sama dalam bidang kemanusiaan serta memperluas jejaring global lintas agama dan budaya, guna mendukung terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Related Post