Harakatuna.com. Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi serta memperkuat keharmonisan antarumat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurut Pramono, kedekatan waktu dua hari besar keagamaan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat kerukunan masyarakat di Jakarta yang dikenal memiliki keberagaman latar belakang agama dan budaya.
“Tahun ini perayaan Nyepi hampir bersamaan, berdekatan dengan perayaan Idulfitri yang sebentar lagi kita jalani bersama. Dua perayaan besar yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu maupun umat Islam. Mudah-mudahan perayaan Nyepi maupun Idulfitri dapat berlangsung dengan baik,” kata Pramono di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Ia mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga suasana kota tetap aman, damai, dan kondusif selama rangkaian perayaan keagamaan berlangsung. “Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama di Jakarta untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, toleransi, dan keberagaman agar Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga berharap umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dengan khidmat.
Diketahui, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada tahun 2026 diperingati pada Kamis, 19 Maret 2026. Setelah itu, masyarakat juga akan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berdasarkan ketetapan pemerintah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026.








Leave a Comment