Harakatuna.com. Mamuju – Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemuda dan Forum Pendidikan Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat, Ahmad Fathir Imran, dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Senin (25/8/2025).
Menurut Fathir, tantangan terbesar anak muda saat ini tidak hanya hadir di ruang-ruang pendidikan formal, tetapi juga di dunia digital. Pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI), membuat arus informasi semakin deras dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut diperparah dengan masifnya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial.
“Tidak hanya di sekolah saja yang harus kita berikan perhatiannya, tetapi juga di media sosial. Apalagi sekarang hoaks itu benar-benar menyebar. Dengan adanya konten yang dibuat dari AI, lebih mudah lagi kita diberikan konten-konten hoaks atau fitnah,” jelas Fathir.
Ia menekankan, generasi muda harus membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis untuk menyaring informasi. Caranya dengan membandingkan sumber, memverifikasi fakta, serta menilai manfaat maupun dampak dari informasi yang diterima.
“Pemuda harus pintar membandingkan informasi dan menyimpulkan apakah itu sudah benar dan baik. Kalau informasi itu merusak eksistensi Indonesia, merusak Pancasila, berarti itu sudah informasi yang salah, tidak sesuai dengan logika dan etika kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Lebih jauh lagi, Fathir mengingatkan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral sebagai penerus bangsa. Dengan sikap kritis dan literasi digital yang baik, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam melawan narasi yang memecah belah persatuan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Harapan kita, pemuda Sulbar bisa menjadi contoh dalam melawan radikalisme. Mereka tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menularkan semangat kebangsaan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.
FKPT Sulawesi Barat, lanjut Fathir, terus menggelar program pelatihan kepemudaan melalui sosialisasi di sekolah, pelatihan literasi digital, hingga kerja sama dengan komunitas. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, tidak mudah terprovokasi, dan secara konsisten merawat Pancasila sebagai dasar negara serta pedoman hidup berbangsa.








Leave a Comment