Harakatuna.com. Washington – Gedung Putih mengonfirmasi pada Kamis (20/3) bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan dukungan penuh terhadap dimulainya kembali operasi militer Israel, termasuk serangan udara dan serangan darat di Jalur Gaza yang terkepung.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai upaya Trump untuk memulihkan gencatan senjata di Gaza, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden Trump “mendukung penuh Israel dan IDF (Angkatan Pertahanan Israel) serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir.” Leavitt juga menekankan bahwa Hamas bertanggung jawab atas situasi yang terjadi di Gaza.
“Hamas bertanggung jawab atas ketegangan yang ada saat ini,” kata Leavitt. “Trump telah menyatakan bahwa Hamas akan membayar harga yang mahal jika mereka tidak segera membebaskan para sandera yang ditahan,” tambahnya.
Pada Selasa (18/3), Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran di Gaza yang menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, menjadikannya sebagai hari pemboman paling mematikan sejak kampanye militer yang diluncurkan oleh Israel pada Oktober 2023. Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa sebelum serangan tersebut, Israel telah berkonsultasi dengan pemerintahan Trump untuk memastikan koordinasi.
Juru bicara Gedung Putih tersebut menambahkan bahwa Trump telah memperjelas bahwa Hamas, kelompok Houthi, Iran, dan pihak-pihak lain yang mencoba meneror tidak hanya Israel tetapi juga Amerika Serikat akan “membayar harga yang mahal.”
Dukungan ini menunjukkan komitmen kuat AS terhadap sekutu mereka di Israel dalam menghadapi eskalasi kekerasan di wilayah tersebut. Sementara itu, respons internasional terhadap serangan tersebut terus beragam, dengan beberapa pihak menyerukan gencatan senjata untuk mengurangi kerugian sipil yang semakin meningkat.








Leave a Comment