FSB Gagalkan Rencana Sabotase Rel Kereta di Krasnodar, Tiga Terduga Teroris Ditangkap

Ahmad Fairozi, M.Hum.

11/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Krasnodar— Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam rencana sabotase infrastruktur rel kereta api di wilayah Krasnodar. Dua di antaranya merupakan warga negara Rusia, sementara satu lainnya adalah imigran dari Asia Tengah.

Menurut keterangan resmi FSB, ketiga pelaku tidak hanya merencanakan serangan baru, tetapi juga pernah terlibat dalam aksi serupa sebelumnya yang dilakukan untuk kepentingan Ukraina. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan mereka direkrut oleh dinas intelijen Ukraina melalui aplikasi pesan instan,” ungkap pernyataan FSB.

Para pelaku yang berusia antara 20 hingga 30 tahun itu dijanjikan bayaran antara 200 hingga 250 dolar AS untuk setiap aksi sabotase. Salah satu dari mereka, yang diduga pemimpin kelompok, membawa bom molotov dan komponen peledak buatan sendiri. Target utama kelompok ini adalah merusak kotak relai dan sistem keamanan kereta penumpang, yang dapat mengganggu operasional transportasi di kawasan tersebut.

“Serangan ini berhasil digagalkan berkat respons cepat aparat keamanan. Jika terbukti bersalah, para tersangka dapat dijatuhi hukuman hingga 20 tahun penjara,” tegas pihak FSB.

Selain menyerang rel kereta, kelompok ini juga merencanakan sabotase menara telekomunikasi di wilayah Krasnodar. FSB menduga serangan ganda tersebut dimaksudkan untuk memperlambat respons aparat, sebuah metode yang mirip dengan “Operasi Jaring Laba-Laba” Ukraina, yang sebelumnya menargetkan berbagai infrastruktur sipil secara bersamaan.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi sabotase yang berhasil dicegah oleh otoritas Rusia. Awal Juli lalu, FSB juga menggagalkan rencana serangan di Bryansk, di mana dua orang ditangkap saat hendak menyelundupkan drone Ukraina untuk menyerang target sipil.

FSB menilai aksi teror tersebut menunjukkan bahwa Kiev tidak memiliki niat untuk mencari solusi damai. “Serangan ini terjadi jauh dari zona konflik dan murni bertujuan menebar ketakutan di tengah masyarakat,” kata FSB.

Otoritas Rusia menegaskan akan terus meningkatkan langkah pencegahan dan tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan balasan yang lebih tegas. “Rusia memiliki hak penuh untuk merespons setiap aksi teror dengan langkah militer yang setara,” ujar pihak FSB menutup pernyataannya.

Leave a Comment

Related Post