Harakatuna.com. Nebire – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Ignatius Robertus Adii, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta keamanan menjelang dan saat perayaan Idulfitri. Ia menegaskan bahwa terciptanya suasana aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ignatius saat ditemui awak media di Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/3/2026). Menurutnya, stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya di ibu kota provinsi tersebut, harus dijaga melalui kerja sama antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah. “Kita harus menjaga agar Papua, khususnya Nabire, tetap aman. Dalam setiap kegiatan harus tercipta situasi yang kondusif,” ujar Ignatius.
Ia menjelaskan, FKUB tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban di masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menurunkan relawan lintas agama untuk membantu pengamanan dalam berbagai kegiatan keagamaan.
“Tahun lalu dan tahun ini kami menurunkan sekitar 60 personel relawan yang terlibat langsung di lapangan untuk membantu menjaga keamanan,” katanya.
Selain itu, FKUB secara aktif mengajak masyarakat untuk terus menjaga sikap toleransi antarumat beragama serta memperkuat komunikasi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik serta memperkuat keharmonisan sosial.
Ignatius menambahkan, koordinasi antar lembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan damai. Oleh karena itu, FKUB rutin menggelar pertemuan dan diskusi guna memantau perkembangan situasi di daerah. “Dalam satu bulan kami bisa bertemu dua sampai tiga kali untuk membahas kondisi di Papua Tengah, khususnya di Nabire,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim di dalam tubuh FKUB, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Lebih lanjut, Ignatius berharap peran FKUB di tingkat kabupaten semakin diperkuat dan mampu bersinergi dengan FKUB provinsi sehingga upaya menjaga kerukunan dapat berjalan lebih efektif hingga ke tingkat masyarakat. “Jika kabupaten dan provinsi bisa berjalan selaras, maka kita dapat menghadirkan suasana yang damai dan harmonis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian dan ketertiban. “Jika semua umat beragama hidup dengan rasa takut akan Tuhan serta saling menghormati, maka keamanan dan ketertiban akan tetap terjaga,” pungkasnya.
Ia menilai momentum Idulfitri menjadi kesempatan penting untuk mempererat persaudaraan lintas agama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Papua Tengah tetap aman, damai, dan harmonis









Leave a Comment