FKPT Sulteng Ajak Pemuda Waspada, Jangan Terjebak Rayuan Kelompok Teror

Ahmad Fairozi, M.Hum.

02/07/2025

2
Min Read
FKPT Sulteng Ajak Pemuda Waspada, Jangan Terjebak Rayuan Kelompok Teror

On This Post

Harakatuna.com. Palu — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau generasi muda agar tidak mudah terpengaruh bujuk rayu kelompok terorisme yang kerap memanfaatkan isu agama untuk kepentingan jahat mereka.

Ketua Bidang Agama FKPT Sulawesi Tengah, Fery eL Shirinja, menegaskan pentingnya membentengi pemuda dengan pemahaman agama yang benar serta mengajak mereka aktif dalam kegiatan positif berbasis kearifan lokal.

“Ajak anak-anak muda di desa untuk fokus mengembangkan kearifan lokal dan sibuk dalam kegiatan produktif. Kita harus tanamkan pemahaman agama yang lurus dan damai, agar mereka tidak terpapar bujukan pelaku teror,” ujar Fery saat menjadi narasumber dalam Workshop Penguatan Pencegahan Dini Potensi Konflik Sosial Berbasis Kearifan Lokal yang digelar oleh Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (2/7).

Fery menekankan bahwa pemahaman agama yang dangkal sering dimanfaatkan kelompok radikal untuk mencuci otak anak muda. Oleh karena itu, peran para tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan perempuan sangat dibutuhkan dalam membina dan menjaga pemuda dari pengaruh negatif.

“Kita semua punya tanggung jawab. Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga perempuan harus terlibat aktif mendorong lahirnya generasi yang kuat secara moral dan spiritual. Ini bagian penting dari pencegahan dini terhadap aksi terorisme,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng ini juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi desa melalui sektor UMKM sebagai upaya strategis dalam mencegah radikalisasi.

“Dorong anak-anak muda berwirausaha lewat UMKM. Bila mereka sibuk dan mandiri secara ekonomi, pelaku teror akan kehilangan sasaran. Tidak akan mudah lagi mencari orang yang bisa direkrut atau dicuci otaknya,” ujarnya.

Fery menyampaikan bahwa kombinasi antara pemahaman agama yang moderat, penguatan kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah formula jitu dalam menghadapi ancaman terorisme di tingkat akar rumput.

“Tumbuhkan semangat beragama yang damai, kembangkan nilai-nilai lokal yang arif, dan bangun semangat kewirausahaan. Jika itu kita jalankan bersama, para pelaku teror akan kehilangan ruang gerak,” katanya.

FKPT Sulawesi Tengah sendiri, lanjut Fery, selama ini telah menjalankan berbagai program preventif seperti Kenduri Desa Damai, Forum Pelajar Cinta Damai, serta Gembira Beragama, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari ancaman radikalisme dan kekerasan.

“Program-program tersebut adalah wujud konkret dari pendekatan pencegahan yang berbasis pada budaya lokal dan komunitas. Ini penting untuk menjaga harmoni dan ketahanan sosial kita,” pungkas Fery.

Leave a Comment

Related Post