FKPT Kalteng Jalin Sinergi dengan BIN untuk Perkuat Pencegahan Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/06/2025

2
Min Read
FKPT Kalteng Jalin Sinergi dengan BIN untuk Perkuat Pencegahan Terorisme

On This Post

Harakatuna.com. Palangka Raya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah menjalin silaturahmi dan koordinasi strategis dengan jajaran Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalteng. Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di daerah.

Silaturahmi berlangsung hangat di kantor Binda Kalteng dan disambut langsung oleh Kepala Binda Kalteng, Marsma TNI Muhammad Nur, S.Sos beserta sejumlah staf. Dari pihak FKPT Kalteng hadir Ketua FKPT Prof. Khairil Anwar, didampingi Sekretaris Fajar Sri Ningsih, Ketua Bidang Penelitian Desi Erawati, Ketua Bidang Perempuan dan Anak Dileli D. Astuti, serta Ketua Bidang Agama M. Rozikin Muchlas.

Prof. Khairil Anwar menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan menyampaikan secara langsung tugas pokok FKPT sebagai satuan tugas (Satgas) dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tingkat daerah.

“Kami dari FKPT sangat membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, terutama Binda, untuk menjalankan misi pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Kalimantan Tengah,” ujar Prof. Khairil.

Ia menekankan bahwa tugas FKPT tidak bisa dijalankan sendiri karena permasalahan radikalisme sudah menyusup ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan aparatur sipil negara (ASN).

“Paparan ideologi intoleran kini tidak memandang status. Bahkan indikasi kuat menunjukkan bahwa sebagian ASN juga mulai terpengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila,” jelasnya.

Prof. Khairil juga mengingatkan meski Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Kalteng mengalami penurunan signifikan—dari peringkat 4 secara nasional pada tahun 2020 menjadi peringkat 18 di tahun 2023—hal itu tidak bisa dijadikan indikator bahwa wilayah ini sepenuhnya bebas dari ancaman ideologi radikal.

“Peringkat IPR kita memang turun, tetapi itu tidak berarti kita bisa lengah. Paham-paham radikal masih berpotensi menyebar jika tidak ada tindakan pencegahan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia pun menyoroti tantangan yang dihadapi FKPT pada tahun 2025, terutama akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, hal ini berdampak langsung terhadap sejumlah program deradikalisasi dan edukasi masyarakat yang selama ini dijalankan.

“Di tengah keterbatasan anggaran tahun ini, kita tetap harus bekerja ekstra keras untuk menjaga masyarakat Kalteng dari bahaya radikalisme,” ujarnya menutup.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara FKPT dan Binda Kalteng dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis di Bumi Tambun Bungai.

Leave a Comment

Related Post