Harakatuna.com. Jambi – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi yang diwakili Kabid Penelitian Mochammad Farisi, S.H., LL.M. menjadi narasumber di acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Batanghari (UNBARI) Tahun Akademik 2024/2025. Acara dengan materi Pencegahan Paham Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kampus UNBARI Telanai pada Senin (9/9/24).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk gerakan pengarahan orientasi, supervisi bagi mahasiswa baru tersebut. Kegiatan diikuti 500 mahasiswa.
Mochammad Farisi menyampaikan mengenai paham radikalisme dan terorisme ini tanpa kita sadari ditemukan di lingkungan kita. “Saya telah bertemu dengan 20 orang mantan narapidana terorisme yang berasal dari Jambi. Oleh sebab itu materi ini guna mahasiswa terhindar dari paparan radikalisme dan terorisme,” katanya.
Menurutnya terdapat tiga kelompok rentan peningkatan sistematis terorisme, yaitu perempuan, pemuda, dan anak-anak sebab teknologi yang telah meningkat ini dapat berdampak melalui media sosial. “Sebanyak 70,2% remaja atau siswa SMA masuk ke dalam kategori remaja toleran, 22,4% merupakan remaja intoleran pasif, 5% merupakan remaja intoleran aktif, dan 0,6% merupakan remaja yang berpotensi terpapar,” ujar Mochammad Farisi.
Mochammad Farisi menjelasan juga bahwa radikal-terorisme adalah pemikiran anti Pancasila dan yang kedua adalah ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain. “Mahasiswa yang turut serta dalam mengikuti kegiatan ajang ini untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan apa pun, jangan mudah terpengaruh dengan hal yang tidak jelas kebenarannya. Bila menemukan orang yang radikal dan mengarah pada tindak pidana terorisme segera laporkan kepada aparat terdekat bisa RT, babinsa, babinkamtibmas, kades, lurah,” tutup Mochammad Farisi.








Leave a Comment