FKPT Babel Minta Masyarakat Waspadai Konten Radikalisme di Medsos

Harakatuna

13/07/2024

2
Min Read
Pakar Komunikasi: Gerakan Kritis Netizen Perlu Waspadai Infiltrasi Ideologi Radikal di Media Sosial

On This Post

Harakatuna.com. Sungailiat – Media sosial dan situs online lainnya sebagian memunculkan pesan-pesan hoaks dan konten berunsur radikalisme pada saat ini. Pantauan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Sri Wahyuni mengatakan pesan-pesan yang bermuatan radikalisme mudah diperoleh dari konten di situs online ataupun di media sosial.

“Mereka ini biasanya melakukan melalui media sosial maupun media massa. Anak-anak muda dipengaruhi dan menjadi radikal atau bahkan bergabung dengan kelompok militan melalui ajakan di media sosial,” kata Wahyuni dalam perbincangan dengan penulis, Jumat (12/7/2024).

Menurut Wahyuni, kelompok-kelompok kaum radikalisme sengaja memanfaatkan informasi teknologi (IT), semisal doktrinasi, rekrutmen anggota, dan propaganda pendidikan latihan. Hal ini sangat riskan bagi mental generasi muda yang bisa mengancam nasionalisme dan wawasan kebangsaan mereka.

Senada itu, dari Penjabat Bupati Bangka, Muhammad Haris menyebut jika radikalisme dan terorisme itu adalah extraordinary crime, kejahatan luar biasa yang menyebabkan dampak sangat besar. Jadi masyarakat diingatkannya harus tahu jika perkembangan cara kerja teroris itu seperti apa.

“Sekarang ini teknologi canggih mereka manfaatkan dan mereka belajar dari situ, dari handphone saja mereka bisa bergerak, kalau dulu mungkin mereka cuma pakai ransel ketika beraksi,” ucap M. Haris.

Pemkab Bangka sendiri ditegaskannya akan terus mendukung upaya pencegahan berkembangnya paham-paham radikal dan akan mendukung penuh yang dilakukan otoritas keamanan menangkal kegiatan terorisme.

Leave a Comment

Related Post