Fenomena Fatherless dan Ketangguhan Survive Perempuan

Anni Saun Nafingah

17/03/2024

4
Min Read
perempuan

On This Post

Harakatuna.com – Indonesia disebut-sebut sebagai negara fatherless dan menduduki peringkat ketiga terbanyak di dunia. Temuan tersebut berdasarkan program sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan judul “Peran Ayah dalam Proses Menurunkan Tingkat Fatherless Country Nomor 3 Terbanyak di Dunia”.

Sebutan fatherless mengisyaratkan bahwa negara ini banyak kehilangan sosok ayah yang bisa dijadikan panutan untuk anak-anaknya. Kehilangan tersebut bukan berarti ayah meninggal dunia, melainkan tidak ada sosok lain yang menggantikan peran ayah dalam keluarga.

Faktor utama dari adanya fatherless tersebut adalah tingginya angka perceraian. Dilansir dari laporan Badan Statistik Indonesia tahun 2023, angka perceraian di tanah air mencapai 463.654 kasus.

Tingginya angka perceraian tersebut membuat perempuan harus menggantikan sosok ayah untuk anak-anaknya. Namun, hal tersebut bukanlah masalah yang berarti. Pasalnya, perempuan dibekali dengan kemampuan untuk hidup tanpa laki-laki. Berikut beberapa bukti bahwa perempuan bisa lebih survive meskipun sendiri:

Multitasking

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan multitasking yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, terutama ketika sudah masuk usia 60-an, kemampuan multitasking perempuan akan menurun.

Memang perempuan dikenal mampu melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Hal tersebut dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron yang bekerja di dalam otak.

Perempuan mampu mengurus pekerjaan rumah, bekerja, dan mengurus anak-anaknya seorang diri sehingga layak jika disebut multitasking. Tentu tak banyak laki-laki yang bisa melakukan hal tersebut meskipun sering dianggap makhluk yang kuat.

Bahkan, perempuan pun mampu melakukan pekerjaan yang sebenarnya identik dengan pekerjaan laki-laki, seperti memasang gas, mengangkat galon, memasang lampu, dan lainnya. Pantas jika hidup perempuan tidak terlalu susah meskipun tanpa laki-laki.

Tangguh

Perempuan sering dianggap sebagai manusia yang remeh karena dianggap lemah. Padahal, berdasarkan penelitian yang dilakukan McGill University, perempuan dianggap lebih tanggung dibandingkan laki-laki. Hal tersebut bisa dilihat dari kemampuan perempuan dalam menahan rasa sakit ketika menstruasi dan melahirkan.

Pada awal perubahan statusnya, perempuan akan menghabiskan waktu untuk menangis sebagai cara mengekspresikan kesedihannya. Namun di hari berikutnya, perempuan akan menata dirinya dan mulai menyusun strategi untuk menjalani peran baru sebagai single parent.

Para single parent, khususnya perempuan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Oleh sebab itu, dirinya mampu membesarkan anak-anaknya seorang diri dan bekerja untuk memenuhi kehidupannya.

Lebih Mudah Mendapatkan Pekerjaan

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika banyak perusahaan yang memprioritaskan perempuan dibandingkan laki-laki. Hal tersebutlah yang menjadikan perempuan lebih mudah diterima kerja.

Perempuan dianggap lebih terampil sehingga sangat dibutuhkan dalam perusahaan. Seperti contohnya ketika pengambilan keputusan, biasanya perempuan cenderung lebih berhati-hati dan melakukan riset mendalam terlebih dahulu. Alhasil keputusan yang diambil lebih tepat sasaran.

Fakta lainnya adalah perempuan dikenal sebagai manusia yang ulet dan disipilin. Setiap perusahaan tentu membutuhkan orang yang disiplin guna menunjang kemajuan perusahaan sehingga hal tersebut menjadi poin plus bagi perempuan.

Manajemen Stres yang Baik

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, baik stres ringan ataupun berat. Perempuan dan laki-laki memiliki tingkat stres yang berbeda. Laki-laki cenderung tidak mudah stres dibandingkan perempuan, namun lain halnya dengan penanganannya.

Menurut pengamat psikologi, perempuan cenderung memiliki kemampuan untuk mengelola stres yang lebih baik dibandingkan laki-laki. Perempuan memiliki banyak cara untuk mengelola stres yang cukup ampuh.

Biasanya perempuan akan menyibukkan diri ketika sedang memiliki masalah sehingga dapat teralihkan dengan baik. Cara lainnya yaitu dengan healing ataupun bercerita kepada kerabat terdekat sehingga mampu mendapatkan solusi dari setiap masalah.

Dengan kemampuan mengelola stres yang baik dari perempuan, menjadikan dia tidak terlalu membutuhkan sosok laki-laki. Bahkan, perempuan pun dapat memilih kesenangannya sendiri tanpa diganggu orang lain.

Pemberani dan Pantang Menyerah

Sifat ini begitu melekat pada diri perempuan. Banyak perempuan yang berani dan pantang menyerah karena didesak oleh keadaan. Menjadi single parent membuat perempuan mau tidak mau harus berani mengampil peran ganda.

Sosok pemberani dan pantang menyerah pun tercermin dari RA Kartini yang tetap gigih memperjuangkan kesetaraan perempuan. Semangat beliau dalam memperjuangkan perempuan pun menjalar ke pelosok negeri.

Tak heran jika para single parent begitu bersemangat dalam menjalani kehidupan, karena hidup di era ini tidak sesulit dulu. Keberadaan perempuan sudah dipandang sejajar dengan kaum laki-laki bahkan mampu mengunggulinya.

Menggantikan sosok ayah di dalam rumah memang tidak mudah. Namun, percayalah bahwa perempuan memiliki kemampuan lebih untuk bisa tetap bertahan di dalam kesusahan yang menimpanya.

Leave a Comment

Related Post