Harakatuna.com. Jakarta – Mantan tokoh Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersatu demi menjaga keutuhan negara. Menurutnya, persatuan dan kesatuan sangat penting, karena hal tersebut merupakan perintah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Sangat penting (persatuan dan kesatuan bangsa), karena kata Allah berpegang teguh lah dan jangan kalian berpecah-belah. Sudah ada pesan dan peringatan Allah, bahwa kita sangat butuh persatuan dan kesatuan,” ujar Nasir dalam wawancara yang berlangsung pada Senin, 17 Maret 2025.
Lebih lanjut, Nasir mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan yang ada di masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa dengan saling menghormati satu sama lain, Indonesia dapat menjadi negara yang aman dan damai.
“Sehingga Tanah Air yang kita cinta ini menjadi aman dan damai,” lanjutnya.
Nasir juga menekankan pentingnya menghindari segala hal yang dapat memicu perpecahan antar sesama warga negara. Ia mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak terjebak dalam konflik yang merugikan. Menurutnya, hal tersebut bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti tawuran antar anak muda atau tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh orang dewasa.
“Contoh kecil saja anak-anak terlibat tawuran, orang dewasa main hakim sendiri. Kita negara hukum, patuhi hukum,” tegasnya.
Di sisi lain, Nasir juga mengajak mantan jihadis dan eks narapidana terorisme (napiter) untuk kembali ke jalan yang lebih baik, yakni dengan menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan pandangan. Ia mengimbau agar mereka yang memiliki masa lalu kelam tersebut untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan berusaha memperbaiki diri demi persatuan bangsa.
“Masa lalu sudahlah masa lalu. Jangan lagi kita ingat lagi, kita move on. Tinggalkan yang lalu, itu dosa kita, kita sudah bertaubat, sudah istighfar, mari kita perbaiki. Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan mengakui kesalahannya,” katanya.
Nasir, yang kini aktif sebagai pembina Yayasan Forum Komunikasi Aktivis AkhlakulKarimah Indonesia (FKAAI), mengungkapkan bahwa yayasan yang ia bina fokus pada upaya membantu korban serangan bom dan terorisme, serta melakukan deradikalisasi. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmennya untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
“Visi-misi kami melayani korban bom. Kami melakukan pencegahan dan deradikalisasi kepada napiter dan juga masyarakat,” pungkasnya.
Melalui yayasan yang ia pimpin, Nasir berharap dapat berkontribusi dalam mencegah radikalisasi dan membangun kembali masyarakat Indonesia yang lebih damai dan harmonis.







Leave a Comment