Harakatuna.com. Jakarta – Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi sosial dan keagamaan paling berpengaruh, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Ia menilai NU berhasil menunjukkan praktik Islam moderat yang inklusif, toleran, dan relevan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.
Apresiasi tersebut disampaikan Talip Küçükcan dalam konferensi pers usai menghadiri acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah tokoh nasional dan internasional.
Menurut Talip, NU memiliki posisi strategis sebagai organisasi keagamaan yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan realitas sosial yang majemuk. Dengan basis jamaah yang berasal dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan politik, NU dinilai berhasil merawat persatuan dan stabilitas sosial.
“Di tengah meningkatnya Islamofobia, diskriminasi, dan radikalisme di berbagai belahan dunia, Nahdlatul Ulama menunjukkan bagaimana Islam moderat dapat dipraktikkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Talip Küçükcan.
Ia menilai pendekatan Islam moderat yang dikembangkan NU bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Hal tersebut, menurutnya, menjadikan NU sebagai contoh penting bagi komunitas Muslim global dalam menghadapi tantangan ekstremisme dan polarisasi.
Talip juga menekankan bahwa NU telah lama menjadi sumber inspirasi bagi rakyat Indonesia, terutama dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ia menyinggung peran historis NU dalam mendampingi masyarakat menghadapi kolonialisme, keterbatasan akses pendidikan, serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
“Saya percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan terus melanjutkan pekerjaan baiknya bagi rakyat Indonesia dan juga bagi dunia,” katanya.
Lebih lanjut, Talip menegaskan bahwa Indonesia yang kuat dan stabil saat ini tidak dapat dilepaskan dari kontribusi NU dalam membangun masyarakat religius yang mampu hidup berdampingan secara damai di bawah nilai-nilai dan tujuan bersama.
“NU telah berhasil memberikan arah dan tujuan, serta memperkuat persatuan dan kehendak rakyat Indonesia. Ini adalah kontribusi yang sangat besar bagi bangsa,” ujarnya.
Dalam pandangannya, keberhasilan NU selama satu abad perjalanan merupakan pencapaian penting, tidak hanya bagi organisasi tersebut, tetapi juga bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Ia secara khusus menyoroti peran NU dalam mendirikan ribuan lembaga pendidikan, mulai dari pesantren, madrasah, hingga sekolah dan perguruan tinggi.
“Institusi-institusi pendidikan NU mengajarkan nilai-nilai Islam moderat dan membangun persepsi positif tentang Islam. Inilah kekuatan besar dalam membentuk masyarakat yang toleran, inklusif, dan terbuka,” ucap Talip.
Talip mengaku merasa terhormat dapat hadir dan menyaksikan langsung peringatan satu abad NU. Ia juga menyampaikan kebahagiaannya karena dapat mempelajari lebih dalam visi, nilai, dan kerja-kerja Nahdlatul Ulama yang berorientasi pada kemanusiaan dan perdamaian.
“Terima kasih. Saya sangat senang telah belajar lebih banyak tentang Nahdlatul Ulama dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar ini,” pungkasnya.
Peringatan Harlah 100 Tahun NU sendiri menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi tersebut dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus merawat kebangsaan, persatuan, dan toleransi di Indonesia maupun di tingkat global.







Leave a Comment