DPRD Medan Sebut Waisak Sebagai Momentum untuk Jaga Kerukunan dan Toleransi Beragama

Harakatuna

27/05/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Medan – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, S.E. mengimbau umat Buddha menjadikan Waisak 2024/2568 BE sebagai momentum merajut kerukunan yang lebih baik serta menjaga toleransi agama.

“Saatnya menjalin sinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa ke depan dengan menjaga toleransi,” ucap Hasyim seraya memaknai peringatan Hari Raya Waisak 2024 yang jatuh pada 23 Mei 2024.

Ia juga berharap wujud toleransi antar umat beragama dapat terjalin erat di Kota Medan. “Karena itu seluruh umat beragama di Medan, khususnya umat Buddha menjadikan perayaan Waisak sebagai momentum merajut kembali rasa persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” kata Hasyim sesuai dengan tema Waisak 2024 “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia”.

Menurut Hasyim, kerukunan merupakan persyaratan pembangunan. “Jadi mari kita tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan. Di tengah situasi politik saat ini jangan sampai terpecah-belah,” harap Hasyim.

Pihaknya juga menyebut di balik Waisak ada tiga peristiwa penting. “Trisuci Waisak adalah hari suci Umat Buddha untuk merayakan tiga peristiwa penting,” ucapnya.

Ketiga peristiwa penting yang dimaksud Hasyim, yakni kelahiran Siddhattha Gotama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Kedua, tentang kecerahan atau pencapaian Nibbāna oleh Siddhattha Gotama sehingga menjadi seorang Buddha di Buddhagayā (Bodh Gaya) saat berusia 35 tahun pada tahun 588 SM.

“Terakhir, wafatnya Buddha Gotama dalam keadaan sudah mencapai Nibbāna (Parinibbāna) di Kusinārā saat berusia 80 tahun pada tahun 543 SM,” katanya kembali. Atas dasar itulah, Hasyim berpesan kepada masyarakat agar di Hari Waisak 2024 ini janganlah berbuat jahat, perbanyaklah kebajikan serta sucikanlah hati dan pikiran.

“Itulah cara ajaran Buddha, semoga semua makhluk hidup di alam semesta ini diberikan kebahagiaan dan kedamaian,” ujarnya.

Sebelumnya, Minggu (19/5) di Gedung Selecta, Jalan Listrik Medan digelar perayaan Waisak. Hasyim dan keluarga menghadiri perayaan Waisak yang dilaksanakan Yayasan Om Vajrayana Buddhis Indonesia bersama ratusan Umat Buddha dipimpin YM Nima Rinpoche.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan puja bakti berupa pemandian rupang, pemasangan pelita, pelepasan bendera doa, blessing. Dan yang terakhir pelepasan burung dalam prosesi Abhayadana yaitu rangkaian persembahyangan Hari Raya Waisak 2568 BE.

Hal itu berarti sebagai simbol dilepaskannya makhluk hidup ke alam liarnya. Artinya semua makhluk hidup berhak mendapatkan kebebasan.

Leave a Comment

Related Post