DPRD Kabupaten Kediri Ajak Media Jaga Semangat Toleransi

Harakatuna

28/03/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Kediri – DPRD Kabupaten Kediri mengajak media menjaga semangat toleransi.Upaya ini dilakukan dengan menggelar Diskusi Tematik DPRD Kabupaten Kediri bersama Media, bertajuk Bersama Media Menjaga Semangat Toleransi di Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (27/3/2025).

Pada agenda ini, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, meminta masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh informasi hoax. Apalagi saat ini di media sosial banyak sekali disinformasi. “Kita sebagai masyarakat harus cerdas, agar saat menerima informasi hoax itu difilter dengan baik. Jangan sampai mudah terprovokasi berita hoax yang menyebar di medsos, karena bisa menunjang intoleransi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.

Di tempat ini, Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedhi, menyatakan, munculnya toleransi diawali dari keberagaman, termasuk sejak lahirnya Indonesia. Kemudian, Bhinneka Tunggal Ika sebagai penghubung dari keberagaman. “UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, bahwa pemberitaan kita agar tidak muncul dampak negatif ke depan. Namun kadang, kita terjebak oleh hal yang tidak diketahui,” katanya.

Sementara, Ketua IJTI Korda Kediri, Romi Dwi Juliandi, mengemukakan, sebagai insan media hendaknya memberikan ruang untuk informasi atau dialog keagamaan dan keberagaman. Kalaupun ada intoleransi maka idealnya bisa dicari kebenarannya lebih dulu, sebelum mempublikasikan beritanya.

“Jadi dengan langkah itu, maka idealnya intoleransi dapat diminimalkan dan dicegah di Indonesia, terutama di Kediri yang sudah harmonis,” katanya.

Sementara itu, Direktur Radar Kediri, Kurniawan, menyebutkan, perkembangan berita hoax semakin meluas dan mengkhawatirkan. Bahkan, dari catatan tahun 2018 sampau 2023, ada 15.000 berita hoax yang banyak di medsos. “Harapannya, kini media menjadi interpreter dan sebagai gatekeeper, mana berita yang layak dipublikasikan dan tidak. Dengan cara ini, maka intoleransi bisa dihindari,” katanya.

Pada kesempatan itu, Hari Tri Warsono, Perwakilan AJI Kediri mengatakan, kondisi sekarang sangat miris ketika ada daerah mengklaim sebagai Kota Toleran, tapi masih ada kasus pengeroyokan anak muda, yang notabene kurang bisa menghormati perbedaan identitas. Diketahui, pada agenda ini hadir segenap media massa dari Kabupaten Kediri. Mulai dari media online, cetak, radio, dan televisi.

Leave a Comment

Related Post