Harakatuna.com. Balikpapan – Dalam rangka membentuk generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berkarakter positif, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menyelenggarakan kegiatan “Kumpul Bareng Forum Anak Balikpapan” (KbFA) di Kantor Kelurahan Karang Rejo, Minggu (13/7).
Mengangkat tema “Latih Mitigasi Kebencanaan dan Cegah Paham Radikalisme melalui Peran Pelopor dan Pelapor”, kegiatan ini diikuti puluhan anak dari Forum Anak Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, serta perwakilan Forum Anak Kelurahan dan komunitas anak dari wilayah sekitar.
Hadir mewakili Kepala DP3AKB Heria Prisni, Kepala Bidang Perlindungan Anak, Umar Adi, menekankan pentingnya memberikan bekal pengetahuan sejak dini kepada anak-anak mengenai potensi ancaman yang bisa mereka hadapi, baik dari segi bencana alam maupun paham-paham negatif.
“Anak-anak saat ini berada dalam lingkungan yang rawan terhadap berbagai pengaruh negatif, seperti radikalisme, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas. Karena itu, mereka perlu dibekali edukasi yang memadai agar bisa menjadi pelopor perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujar Umar dalam sambutannya.
Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah penyuluhan dari Satgaswil Kalimantan Timur Densus 88 Anti Teror Polri. Dalam penyuluhan tersebut, anak-anak diajak memahami bahaya radikalisme dan cara mengenali indikasi awal penyebaran ideologi kekerasan di sekitar mereka. Tak hanya itu, mereka juga diberi peran aktif sebagai pelopor dan pelapor dalam menangkal penyebaran paham ekstrem.
“Pendidikan seperti ini sangat penting, terutama untuk usia remaja, agar mereka tidak mudah terpengaruh dan dapat menjadi garda terdepan dalam melawan radikalisme,” tambah Umar.
Selain edukasi tentang radikalisme, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung tentang penanganan kebakaran. Tim dari BPBD Balikpapan menggelar simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta cara memadamkan api dengan peralatan sederhana, seperti kain basah.
“Melalui simulasi ini, anak-anak belajar bagaimana harus bersikap saat terjadi kebakaran. Latihan ini sangat berguna agar mereka tidak panik dan bisa bertindak dengan cepat dan tepat,” jelas Umar.
Forum Anak Balikpapan sebagai fasilitator kegiatan juga memberikan materi mengenai peran penting anak sebagai agen perubahan sosial. Anak-anak diajak untuk aktif menjaga lingkungan, menyebarkan nilai-nilai positif, serta berani melaporkan segala bentuk kekerasan atau pelanggaran yang mereka temui di sekitar.
Menutup rangkaian kegiatan, Umar berpesan agar anak-anak memanfaatkan masa muda dengan kegiatan produktif dan membangun relasi yang sehat dengan keluarga maupun teman sebaya.
“Jangan merasa bahwa waktu masih panjang. Justru masa sekarang adalah saat terbaik untuk membentuk karakter dan menjadi pribadi yang bermanfaat,” pesannya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai kesiapsiagaan dan kepedulian sosial dalam diri anak-anak Balikpapan, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman, baik dari sisi bencana maupun ancaman ideologi yang merusak.








Leave a Comment