Doa untuk Mengatasi Kesedihan Akibat Putus Cinta

Harakatuna

29/07/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. – Putus cinta adalah pengalaman emosional yang berat dan menyakitkan bagi banyak orang. Kehilangan orang yang kita cintai bisa membuat hati hancur dan meninggalkan rasa sedih yang mendalam. Ini adalah reaksi alami dan manusiawi yang dialami oleh siapa saja yang pernah merasakan cinta. Agama tidak melarang perasaan tersebut. Oleh karena itu, sah-sah saja jika kita merasa sedih ketika putus cinta.

Namun, dalam menghadapi rasa sakit tersebut, penting untuk diingat bahwa agama mengajarkan kita untuk tidak tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk segera bangkit dari kesedihan tersebut. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran [3]: 139:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

Jika kamu sedang merasa terluka akibat putus cinta dan dilanda kesedihan, kamu bisa membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ ، إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، نَاصِيَتِي فِي يَدَيْكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ: أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي

Artinya: “Ya Allah, aku ini hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu. Aku berada dalam kekuasaan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku atasku, keputusan-Mu adil terhadapku. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki, yang Engkau namai diri-Mu sendiri, atau yang Engkau ungkapkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu ciptaan-Mu, atau yang hanya Engkau ketahui dalam ilmu ghaib-Mu, agar Engkau menjadikan al-Quran sebagai musim semi hatiku, cahaya dadaku, penghapus kesedihanku, dan penghilang kelukaanku.”

Doa ini merupakan cuplikan dari hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ra. sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌‌«إِذَا أَصَابَ أَحَدَكُمْ هَمٌّ ، أَوْ حَزَنٌ فَلْيَقُلِ: اللَّهُمَّ ، إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، نَاصِيَتِي فِي يَدَيْكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ: أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي». قَالَ: «فَمَا قَالَهُنَّ عَبْدٌ قَطُّ إِلَّا أَذْهَبَ اللَّهُ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحًا». قَالُوا: أَفَلَا نَتَعَلَّمُهُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «بَلَى، فَإِنَّهُ يَنْبَغِي لِكُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ»

Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud ra., Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian dilanda kesedihan atau kegalauan, maka ucapkanlah Allahumma… (doa di atas). Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba mengucapkan doa tersebut melainkan Allah pasti menghilangkan kesedihannya dan menggantikan kelukaannya dengan kebahagiaan.” Para sahabat bertanya, “Tidakkah kami harus mempelajari doa tersebut, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Tentu, sudah seharusnya bagi setiap muslim yang mendengar doa tersebut untuk mempelajarinya (dan mengamalkannya).”

Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan dianjurkan untuk dibaca tidak hanya ketika mengalami putus cinta, tetapi juga saat merasakan berbagai bentuk kesedihan dan kedukaan lainnya. Semoga doa ini membantu kita semua mengatasi kesedihan dan mendapatkan ketenangan.

Oleh Achmad Fawaid

Leave a Comment

Related Post