Harakatuna.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai leading sector penanggulangan tindak pidana terorisme terus lakukan langkah strategis untuk cegah paham radikalisme. Sejauh ini BNPT terus berupaya mencerdaskan masyarakat agar mampu menyaring dan menyikapi konten-konten bermuatan radikalisme yang masih banyak tersaji di dunia maya.
“Seluruh komponen bangsa, segenap lapisan masyarakat harus cerdas digital agar bisa menyaring seluruh narasi yang setiap saat terhidang di dunia maya, pemerintah terus berupaya mencerdaskan masyarakat agar cerdas menyikapi perkembangan teknologi dan kemajuan informasi di dunia maya,” ungkap Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr. Irfan Idris di Kantor BNPT pada Selasa (26/3).
Irfan menambahkan bahwa penyaringan konten radikal harus mendapatkan perhatian yang serius. Sebab, berdasarkan temuan intelijen BNPT pola radikalisasi melalui media sosial memberi dampak buruk yang serius. Lumrahnya koten ini menyasar kelompok rentan yaitu perempuan, anak, dan remaja.
“Konten radikal tidak boleh dibiarkan (karena) merasuk pikiran masyarakat terutama anak bangsa. Konten bermuatan agenda radikalisasi hari ini menyasar perempuan, anak, dan remaja atau pemuda,” tegas Dir Cegah BNPT RI.
Dalam rangka membendung penetrasi konten radikalisme yang membawa pesan kekerasan dan pemecah belah bangsa, Prof. Irfan menjelaskan BNPT sebagai koordinator penanggulangan tindak pidana terorisme bersinergi dengan semua pihak untuk terus menyuarakan nilai-nilai kebangsaan. “BNPT dan seluruh lapisan masyarakat terus bersinergi menyuarakan nilai-nilai yang terdapat dalam 4 konsensus bangsa,” tegasnya.
Sebagai informasi sepanjang periode Juli 2023 hingga Maret 2024 terdapat 5.731 konten terkait radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di dunia maya yang diputus akses/take down oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).







Leave a Comment