Harakatuna.com. Tolitoli – Suasana pagi di Jalan Dapalak, Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli, mendadak mencekam saat tim gabungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polda Sulawesi Tengah bersama personel Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 4 melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial L (53), yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.
Penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WITA ini mengejutkan warga sekitar. Tim Densus 88 bersenjata lengkap langsung menyergap rumah L dan melakukan sterilisasi di sekitar lokasi.
Ketua RT 33 Kompleks Perumahan Bola Indah, Hamkah Rahmadi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia mengaku tak menyangka L yang selama ini dikenal aktif di lingkungan sosial dan keagamaan terlibat dalam dugaan aktivitas terorisme.
“Benar terjadi penangkapan oleh Tim Densus 88 terhadap pria berinisial L di rumahnya. Kami semua terkejut karena beliau dikenal rajin ke masjid, bahkan sering terlihat di Masjid Babussalam di Nopi,” ungkap Hamkah kepada wartawan.
Selain aktif beribadah, L juga diketahui menjalankan usaha wirausaha dan tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan, menurut warga setempat.
Saat ditangkap, L tengah berada di rumah bersama keluarganya. Tim Densus 88 mengamankan dua unit ponsel dan satu dokumen penting yang diduga berkaitan dengan jaringan terorisme. Dalam proses penangkapan, salah satu anggota keluarga L, yakni anaknya yang berinisial AH, sempat melakukan perlawanan. Namun aparat dengan sigap berhasil mengendalikan situasi tanpa adanya korban.
Usai ditangkap, sekitar pukul 08.00 WITA, L langsung dibawa ke Mako Brimob Tolitoli untuk menjalani pemeriksaan awal. Kemudian, pada pukul 14.00 WITA, L diterbangkan ke Kota Palu untuk pendalaman lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Tolitoli maupun Polda Sulawesi Tengah terkait motif dan jaringan yang diduga melibatkan L.
Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi oleh sejumlah awak media. Meski sempat diwarnai kepanikan, kondisi di sekitar lokasi penangkapan kini telah kondusif. Namun, peristiwa ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.
Pihak keamanan mengimbau agar masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengancam ketertiban dan keamanan daerah.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga stabilitas wilayah dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” ujar salah satu petugas pengamanan di lokasi.
Pihak berwenang menyatakan kasus ini masih dalam pengembangan dan meminta masyarakat menunggu informasi resmi lebih lanjut.








Leave a Comment