Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Universitas Syiah Kuala

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Banda Aceh – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dan pencegahan penyebaran paham radikalisme, intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) dalam kegiatan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kegiatan ini diikuti secara langsung oleh 8.725 mahasiswa baru dan disaksikan lebih dari 8.000 penonton melalui siaran langsung YouTube. Tujuannya adalah membentengi generasi muda dari ancaman penyebaran paham IRET sekaligus memberikan pemahaman mengenai proses seseorang bisa terpapar ideologi berbahaya tersebut.

Kepala Satgaswil Aceh Densus 88, Kombes Pol Fadli Widiyanto, menyampaikan apresiasi kepada pihak universitas atas kesempatan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada Universitas Syiah Kuala yang telah membuka ruang kolaborasi ini. Harapan kami, kerja sama berkelanjutan antara Satgaswil Aceh dan universitas dapat menjadi benteng yang kuat dalam mencegah penyebaran paham IRET di lingkungan kampus,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menilai sosialisasi ini penting untuk membekali mahasiswa sejak awal. “Pembekalan wawasan kebangsaan dan pemahaman tentang bahaya paham radikal sangat diperlukan bagi mahasiswa baru, agar mereka dapat menjadi agen pencegahan di masyarakat,” ungkap Prof. Mustanir.

Senada, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi, Prof. Dr. Ir. Farid Maulana, ST, M.Eng., mengapresiasi inisiatif tersebut. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga ideologi kebangsaan mahasiswa semakin kuat,” kata Prof. Farid.

Dengan terjalinnya sinergi antara Universitas Syiah Kuala dan Satgaswil Aceh Densus 88, diharapkan para mahasiswa tidak hanya mampu menjaga diri dari paparan paham IRET, tetapi juga berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Leave a Comment

Related Post