Densus 88 Gandeng Kemenag Solo Perkuat Pencegahan Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

17/09/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Solo – Tim Cegah Satgaswil Densus 88 Antiteror Jawa Tengah Wilayah Soloraya melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo pada Selasa (16/9/2025). Pertemuan tersebut membahas langkah kolaborasi untuk memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Audiensi dipimpin Ketua Tim Cegah Satgaswil Densus 88 Soloraya, AKP (Purn) Jaka Parjana, dan diterima langsung oleh Kepala Kemenag Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun. Dalam kesempatan itu, Jaka memaparkan situasi keamanan nasional terkini serta program pencegahan yang tengah digencarkan di wilayah Soloraya.

“Alhamdulillah, sudah lebih dari tiga tahun terakhir Indonesia mengalami zero attack atau nihil kejadian teror,” ungkap Jaka, Selasa.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi aman bukan berarti boleh lengah. Menurutnya, pendekatan preventif tetap perlu diperkuat guna mengantisipasi potensi berkembangnya paham IRET yang bisa mengancam persatuan bangsa, termasuk di Solo.

“Karena itu kami mengajak Kemenag Solo untuk berkolaborasi agar program-program preventif dapat berjalan lebih optimal. Salah satunya dengan kunjungan rutin ke 48 pondok pesantren di Soloraya untuk melakukan pembinaan berkelanjutan dan sosialisasi bahaya IRET,” jelasnya.

Selain pesantren, kata Jaka, Densus 88 juga aktif memberikan penyuluhan kepada remaja, guru, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum. “Kami ingin masyarakat memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif IRET. Tim Cegah juga terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dari level provinsi hingga kelurahan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa deradikalisasi turut dilakukan melalui pendampingan eks narapidana teroris dan keluarganya. “Penting bagi kita semua untuk memahami bahwa pencegahan sejak dini jauh lebih efektif daripada hanya bereaksi setelah kejadian,” tegas Jaka.

Sementara itu, Kepala Kemenag Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyambut baik sinergi dengan Densus 88. Menurutnya, program moderasi beragama di Solo saat ini terus diperkuat melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan penempatan fungsi kerukunan di setiap RT.

“Kami ingin membangun suasana cinta antarsesama manusia melalui sistem yang menyentuh kehidupan warga sehari-hari,” ujar Ulin.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengembangkan Collaborator Tolerant Center (CTC), di mana warga dari berbagai agama dapat berkonsultasi dengan penyuluh agama yang tersebar di sejumlah titik di Solo.

“Ke depan kami juga akan meresmikan Program Rumah Ibadah Berseri sebagai pusat harmoni sosial. Harapannya, perluasan kerja sama dengan Densus 88 bisa menjadi motor utama dalam pencegahan penyebaran paham IRET di Solo,” tuturnya.

“Insyaallah, dengan sinergi ini kita bisa bersama-sama mewujudkan Solo yang aman dan damai,” pungkas Ulin.

Leave a Comment

Related Post