Harakatuna.com. Deli Serdang — Dalam upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET), Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan vaksinasi ideologi di Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan ini melibatkan para kepala desa, kepala lingkungan, serta warga setempat. Tujuannya adalah memberikan pemahaman dan edukasi agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap ancaman ideologi menyimpang yang berpotensi merusak kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam penyampaian materinya, anggota Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, menekankan pentingnya peran perangkat desa dalam menjadi garda terdepan pencegahan infiltrasi paham-paham ekstrem.
“Kepala lingkungan dan kepala desa harus aktif memantau pergerakan warga baru. Pendatang sebaiknya didata dan ditanyakan asal-usulnya, untuk memastikan mereka tidak membawa pengaruh yang dapat merusak keguyuban dan toleransi yang sudah terbentuk di lingkungan,” ujar Kunto.
Lebih lanjut, Kunto juga menyoroti peran penting kaum ibu dalam keluarga. Ia mengingatkan agar para orang tua, khususnya ibu, lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka, baik di dalam maupun luar sekolah.
“Saat ini ada kelompok-kelompok dengan paham radikal berbasis kebebasan seperti Anarko yang menyasar generasi muda. Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terpapar paham tersebut,” ungkapnya.
Kunto juga mengimbau masyarakat agar selektif dalam mengikuti kajian atau kelompok diskusi tertentu, terutama yang berisi narasi propaganda yang menyudutkan negara dan bertujuan mengganti ideologi Pancasila. “Waspadai kelompok yang menyebarkan kebencian terhadap pemerintah dengan dalih kajian atau diskusi. Ini bisa menjadi pintu masuk bagi paham radikal yang ingin mengganti dasar negara kita,” tambahnya.
Kepala Desa Jaharun A, Sugianto, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dari Densus 88. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh negatif ideologi radikal. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan sosialisasi ini. Semoga ke depan bisa terus dilaksanakan agar masyarakat semakin paham dan tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang merusak,” ujarnya.
Sugianto menambahkan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat desa. “Keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci menjaga keutuhan bangsa dari bawah, dari lingkungan terdekat kita,” pungkasnya.








Leave a Comment