Densus 88 Perkuat Deradikalisasi bersama Ponpes Ar Rohmah untuk Santri

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/04/2025

2
Min Read
Densus 88 dan Polres Ngawi Perkuat Deradikalisasi bersama Ponpes Ar Rohmah Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Ngawi – Upaya mencegah penyebaran paham radikal terus dilakukan oleh aparat kepolisian. Kali ini, Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polres Ngawi menggandeng Pondok Pesantren Putri Ar Rohmah sebagai mitra strategis dalam program deradikalisasi di lingkungan pesantren.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar di Dusun Bulakrejo, Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Selasa siang (15/4/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan halal bihalal dalam suasana pasca Idulfitri.

Kepala Satuan Intelkam Polres Ngawi, AKP Bambang Wahyu Jati, menyampaikan harapannya agar pondok pesantren dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi bangsa serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Sosialisasi ini sekaligus halal bihalal untuk memperkuat karakter kebangsaan dan mengasah potensi para santri sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” ujar AKP Bambang.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Ngawi dalam memberikan edukasi kebangsaan dan menanamkan cinta Tanah Air kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Ini juga menjadi langkah kolaboratif dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, AKBP Goentoro Wisnu, yang diwakili oleh Kompol Didik, turut hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut. Dalam paparannya, ia menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan terorisme di Indonesia kepada sekitar 100 santriwati yang hadir. “Radikalisme merupakan ancaman serius terhadap stabilitas negara. Melalui pemahaman yang tepat, diharapkan para santri mampu mengenali dan menolak paham-paham yang menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan,” tutur Kompol Didik.

Ia menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. “Kami berharap pesantren dapat menjadi benteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Santriwati di Ponpes Ar Rohmah juga bisa menjadi duta perubahan yang membawa pesan damai dan moderat,” ungkapnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh pihak pondok pesantren. Pimpinan Ponpes Ar Rohmah, ustadz Ahmad Saefullah, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada institusinya. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan pembekalan dari pihak kepolisian. Ini menjadi tambahan wawasan yang sangat bermanfaat bagi para santriwati kami,” pungkas ustadz Ahmad.

Dengan kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus terjalin erat dalam upaya menciptakan Indonesia yang damai dan bebas dari paham radikalisme.

Leave a Comment

Related Post