Harakatuna.com. Jakarta Selatan – Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan bertajuk DITCEGAH D88 Vaksin 500 Santri Ponpes Darunnajah dengan tema SANTUY “Santri Tangguh Ideologi”, Kamis (12/2/2026), di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Sebanyak 500 santri mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 300 peserta yang hadir langsung dari Darunnajah Pusat Jakarta Selatan dan 200 peserta lainnya yang bergabung secara daring melalui Zoom dari sejumlah cabang Pondok Pesantren Darunnajah di berbagai daerah.
Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Moh. Dofir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan yang kini menyasar generasi muda, terutama melalui ruang digital.
“Saat ini ancaman ekstremisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik. Ia sering kali diawali dari narasi, ide, dan pemahaman menyimpang yang disebarkan secara halus melalui media sosial dan konten digital. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman ideologi yang utuh serta kemampuan berpikir kritis,” ujar Moh. Dofir.
Ia menegaskan bahwa Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis dalam setiap program pencegahan. “Kami hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran bersama agar para santri mampu menjaga diri, lingkungan, dan bangsa dari pengaruh paham ekstremisme,” tambahnya.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng nilai, moral, dan ideologi bangsa. Para santri diharapkan dapat menjadi agen penyebar pesan damai, toleransi, dan cinta tanah air, baik di lingkungan pesantren maupun di ruang sosial yang lebih luas.
“Deklarasi SANTUY ‘Santri Tangguh Ideologi’ hari ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa santri siap menjadi garda terdepan dalam menolak paham ekstremisme dengan cara yang santun, cerdas, serta berlandaskan nilai keagamaan dan kebangsaan,” kata Moh. Dofir.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, yakni AKP Mirza Triyuna Putra, S.Kom., M.H., M.T.I., Bripka Iman Wahyu, S.H., serta Briptu Sherly Rollyanissya D. Nabila, S.Sos. Mereka memaparkan materi mengenai pemahaman ideologi, proses radikalisasi, serta potensi bahaya penyebaran ekstremisme di ruang digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jakarta Selatan H.M. Yunus Hasyim, S.Ag., jajaran Kemenag Jakarta Selatan, Ketua Yayasan Darunnajah Ust. K.H. Busthomi Ibrohim, M.Ag., Ph.D., serta pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah.
Acara ditutup dengan deklarasi SANTUY “Santri Tangguh Ideologi” sebagai komitmen bersama untuk menjadikan santri sebagai garda terdepan dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat respons positif dari para peserta. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan terus berlanjut guna memperkuat ketahanan ideologi generasi muda dan menjaga stabilitas bangsa.








Leave a Comment