Densus 88 dan BINMAS Polda Kalbar Perkuat Peran Sekolah Cegah Radikalisme di Pontianak

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/02/2026

2
Min Read
Densus 88 dan BINMAS Polda Kalbar Perkuat Peran Sekolah Cegah Radikalisme di Pontianak

On This Post

Harakatuna.com. Pontianak – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat (BINMAS) Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan tatap muka bersama para kepala sekolah SMA negeri se-Kota Pontianak, Selasa (3/2/2025). Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, radikalisme, serta intoleransi di lingkungan pendidikan.

Sebanyak 50 kepala sekolah SMA negeri hadir dalam kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yulius Sugiyanto, S.H. dari Unit Pencegahan Satgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Kalbar. Dalam pertemuan tersebut, para peserta dibekali pemahaman mengenai pola penyebaran paham ekstrem yang kini semakin menyasar generasi muda.

Salah satu pemateri, Briptu Muhammad Mursid, S.H., mengungkapkan bahwa anak dan remaja menjadi target rentan kelompok terorisme, terutama melalui media sosial dan komunitas daring. “Terorisme saat ini menyasar anak dan remaja melalui media sosial dan komunitas online. Tercatat sebanyak 112 anak telah teridentifikasi terlibat atau terpapar jaringan terorisme,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIPOL Universitas Tanjungpura, Dr. Jumadi, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng ideologis. Menurutnya, Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan radikalisme dan ekstremisme. “Pancasila hadir sebagai titik temu dalam keberagaman dan menjadi penangkal utama terhadap paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan kapasitas kepala sekolah dalam mendeteksi dini potensi penyebaran radikalisme di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat internalisasi nilai Pancasila dan toleransi sebagai fondasi utama dalam membentengi peserta didik dari pengaruh ideologi ekstrem.

Leave a Comment

Related Post