Harakatuna.com. Jakarta – Delegasi Parlemen Multi-Partai India yang dipimpin oleh Anggota Parlemen Shri Sanjay Kumar Jha melanjutkan kunjungan resmi mereka di Jakarta pada hari ketiga dengan agenda padat yang memperkuat kerja sama bilateral antara India dan Indonesia. Mulai dari dialog antaragama, penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah, keterlibatan diaspora, hingga diplomasi parlemen, seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan semangat persahabatan dan kolaborasi kedua negara.
Kegiatan hari dimulai dengan pertemuan antara delegasi India dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dalam pertemuan hangat dengan KH Ulil Abshar Abdalla dan Kholili Kholil, kedua belah pihak menekankan pentingnya melawan ekstremisme dan membangun perdamaian global.
“India dan Indonesia, sebagai dua negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki tanggung jawab moral untuk bersatu menentang segala bentuk kekerasan atas nama agama,” ujar KH Ulil Abshar Abdalla. “Kami menyampaikan empati mendalam atas tragedi yang dialami India dan mendorong dialog lintas agama untuk melawan radikalisme.”
Shri Sanjay Kumar Jha pun menegaskan posisi India. “Kami mengapresiasi dukungan PBNU dan yakin bahwa semangat toleransi yang diusung Indonesia bisa menjadi model perdamaian dunia,” katanya.
Selanjutnya, delegasi India mengunjungi Gandhi Memorial Intercontinental School di Jakarta. Di sana, mereka meletakkan karangan bunga di patung Mahatma Gandhi dan menanam pohon dalam rangka program “Ek Ped Maa Ke Naam” (Satu Pohon untuk Ibu), sebuah inisiatif lingkungan yang diprakarsai oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
“Menanam pohon bukan hanya tindakan simbolis, tetapi bentuk komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan dan penuh kedamaian,” kata Jha dalam sambutannya. Delegasi juga bertemu pengurus Gandhi Seva Loka untuk membicarakan pentingnya nilai-nilai Gandhi seperti kebenaran, keberanian, dan persatuan di tengah tantangan global saat ini.
Di sore hari, Kedutaan Besar India menjadi tuan rumah sesi dialog terbuka antara delegasi dan perwakilan media lokal maupun internasional. Delegasi menegaskan komitmen India terhadap kebijakan “zero tolerance” terhadap terorisme dan tindakan tegas terhadap serangan lintas batas.
“Seluruh spektrum politik di India, dari berbagai latar belakang, berdiri bersatu dalam mempertahankan kedaulatan dan kedamaian nasional,” ujar Jha kepada wartawan.
Kegiatan berlanjut dalam suasana kekeluargaan saat delegasi bertemu pemimpin komunitas dan pelaku usaha diaspora India di Indonesia. Acara dimulai dengan mengheningkan cipta mengenang para korban serangan teroris di Pahalgam.
“Diaspora India memainkan peran vital sebagai duta nilai-nilai pluralisme dan toleransi di dunia internasional,” ujar Jha. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi komunitas diaspora dalam membangun citra positif India di Indonesia dan dunia.
Dalam rangka mempererat hubungan budaya, Smt. Aparajita Sarangi, Anggota Parlemen dari Odisha, meresmikan ‘Biju Hall’ di Kedutaan India sebagai penghormatan kepada Biju Patnaik, tokoh legendaris India yang turut membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Nama Biju Patnaik tidak hanya dikenang di India, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” kata Sarangi. Delegasi juga mengadakan pertemuan dengan komunitas Bengali yang dipimpin oleh organisasi JABA, menandai ikatan budaya lintas bangsa yang semakin erat.
Diplomasi Parlemen: Dukung India Melawan Terorisme
Hari ditutup dengan pertemuan penting antara delegasi India dan anggota parlemen dari Partai Golkar serta NasDem. Para tokoh seperti Agung Laksono, Dave Laksono, Martin Manurung, dan Wibi Andrino hadir dalam diskusi yang membahas solidaritas melawan terorisme dan penguatan kerja sama parlemen.
“Kami berdiri bersama India dalam menolak segala bentuk kekerasan dan mendukung upaya menciptakan perdamaian global,” tegas Agung Laksono. Delegasi India menyampaikan harapannya agar kerja sama politik antara kedua negara dapat berlanjut dalam forum-forum regional maupun internasional.







Leave a Comment