Dai Berperan Penting Cegah Radikalisme di Masyarakat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

11/03/2026

2
Min Read
Dai Berperan Penting Cegah Radikalisme di Masyarakat

On This Post

Harakatuna.com. Pontianak – Kepala Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat, Didi Darmadi, menegaskan pentingnya peran dai dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak pada 9–11 Maret 2026 di Kampus FDKI IAIN Pontianak.

Dalam pemaparannya, Didi menjelaskan bahwa upaya pencegahan radikalisme perlu dilakukan secara bersama melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, serta media. Menurutnya, radikalisme tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena berpotensi mengganggu ketenteraman kehidupan sosial.

“Radikalisme di tengah masyarakat harus menjadi perhatian semua pihak agar tidak berkembang. Gejala yang terlihat saat ini menunjukkan bahwa gerakan radikal masih hidup dan dapat mengganggu ketenangan masyarakat,” ujar Didi.

Ia juga mencontohkan sejumlah kasus yang pernah mencuat di lingkungan pendidikan, seperti di SMAN 72 Jakarta dan SMPN 3 Kubu Raya, sebagai gambaran bahwa penyebaran paham radikal dapat menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Didi menekankan bahwa para dai memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah dan masyarakat untuk menangkal penyebaran ideologi radikal. Ia menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan.

“Dai harus membantu pemerintah dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, karena kekerasan bukan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Kekerasan justru dapat menimbulkan persoalan keamanan yang lebih besar. Apalagi radikalisme bisa menjadi pintu masuk bagi penyebaran paham terorisme,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengembangkan metode dakwah yang menyejukkan dan menenangkan masyarakat. Menurutnya, pendekatan dakwah tersebut sejalan dengan teladan Rasulullah SAW dalam menyampaikan ajaran Islam. “Para dai harus mengembangkan dakwah yang menyejukkan dan menenteramkan masyarakat, dengan meneladani pendekatan dakwah yang dicontohkan Rasulullah,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FDKI IAIN Pontianak, Yusriadi, mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menyiapkan calon dai yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu memahami konteks sosial masyarakat yang beragam.

Menurut Yusriadi, lulusan FDKI di masa depan akan memegang peran penting di tengah masyarakat. Sebagai pendakwah, mereka diharapkan tidak hanya menjadi rujukan dalam hal keilmuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar FDKI untuk menyiapkan calon-calon dai yang memahami konteks dakwah secara baik sekaligus memiliki wawasan tentang keragaman masyarakat. Lulusan FDKI sebagai calon pendakwah akan menjadi lapisan penting dalam kehidupan sosial, karena mereka menjadi panutan dalam ucapan maupun tindakan bagi masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Leave a Comment

Related Post