China Minta Dunia Bersatu Hadapi Ancaman Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

06/02/2026

2
Min Read
China Minta Dunia Bersatu Hadapi Ancaman Terorisme

On This Post

Harakatuna.com. New York — China menegaskan pentingnya menjunjung tinggi visi keamanan bersama yang komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan, serta mempertahankan sikap nol toleransi terhadap segala bentuk terorisme. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Perwakilan Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sun Lei, dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Kita harus memperkuat persatuan dan kerja sama untuk memperkuat upaya terpadu melawan terorisme,” ujar Sun di hadapan DK PBB. Ia juga menekankan bahwa praktik kebijakan kontraterorisme yang bersifat selektif dan penerapan standar ganda harus ditentang secara tegas.

Dalam kesempatan tersebut, China mendesak otoritas Afghanistan untuk mengambil langkah-langkah konkret dan efektif dalam memerangi serta memberantas kelompok-kelompok teroris yang masih bercokol di negara tersebut. Menurut Sun, langkah itu penting untuk mencegah Afghanistan kembali menjadi pusat aktivitas terorisme internasional.

Sun juga menyoroti kondisi keamanan di Suriah yang dinilainya masih rapuh. Ia mengatakan bahwa upaya pemberantasan terorisme di negara tersebut masih menghadapi tantangan besar, sehingga diperlukan komitmen yang kuat dari otoritas setempat.

“Pemerintahan transisional Suriah harus sepenuhnya memenuhi kewajiban pemberantasan terorisme dan secara tegas memerangi ISIS, Gerakan Islam Turkistan Timur (East Turkestan Islamic Movement), serta semua entitas teroris lain yang tercantum dalam daftar DK PBB,” tegasnya.

Selain itu, Sun menekankan bahwa Afrika merupakan kawasan yang memiliki peran strategis dalam pemberantasan terorisme global. China, kata dia, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan kepada negara-negara Afrika, terutama dalam hal pembiayaan, teknologi, peralatan, dan kerja sama intelijen.

Ia juga mendorong DK PBB agar lebih aktif memajukan solusi politik terhadap berbagai konflik dan isu krisis di benua Afrika. Langkah tersebut dinilai penting untuk terus mempersempit ruang gerak operasional kelompok teroris.

Terkait situasi di Asia Selatan, Sun menyinggung serangkaian serangan teroris yang baru-baru ini dilakukan oleh Tentara Pembebasan Balochistan (Balochistan Liberation Army/BLA) dan afiliasinya, Brigade Majid, di Pakistan. Serangan-serangan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Sun menyerukan agar masyarakat internasional memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pakistan dalam memberantas terorisme. Ia juga mendesak DK PBB untuk segera memasukkan BLA dan Brigade Majid ke dalam daftar sanksi DK PBB.

“China siap untuk terus bekerja sama dengan semua pihak guna secara tegas memerangi segala bentuk terorisme dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membangun dunia dengan perdamaian yang abadi dan keamanan yang universal,” pungkas Sun.

Leave a Comment

Related Post