Harakatuna.com. Beijing – Pemerintah Tiongkok mengecam keras serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 31 orang di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan, pada 6 Februari. Beijing juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah Pakistan dalam menanggulangi terorisme dan menjaga stabilitas nasional.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri Tiongkok, juru bicara kementerian menyatakan pihaknya terkejut atas besarnya jumlah korban jiwa akibat ledakan tersebut. “Tiongkok sangat terkejut dengan banyaknya korban yang ditimbulkan oleh serangan ini dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada para korban yang meninggal dunia, mereka yang terluka, serta keluarga yang ditinggalkan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Juru bicara tersebut menegaskan bahwa Beijing mengutuk keras serangan bom tersebut dan menentang segala bentuk terorisme. Pemerintah Tiongkok juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Pakistan dalam menjaga keamanan nasional, stabilitas sosial, dan keselamatan rakyatnya.
Serangan bom bunuh diri itu terjadi di sebuah masjid Muslim Syiah di kawasan pinggiran Islamabad usai pelaksanaan salat Jumat. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 31 orang tewas, sementara 169 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Pasca-insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri India membantah tudingan keterlibatan New Delhi dalam serangan tersebut. Di sisi lain, kelompok teroris Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri itu.
Meski Pakistan dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi serangan teroris, khususnya di wilayah perbatasan dengan Afghanistan, insiden ini tercatat sebagai serangan bom paling mematikan di ibu kota Islamabad yang memiliki tingkat pengamanan tinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.








Leave a Comment