Cara Orang Beriman Mengisi Kemerdekaan

Ahmad Khalwani, M.Hum

17/08/2024

2
Min Read
mengisi kemerdekaan

On This Post

Harakatuna.com –  Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, begitulah bunyi Undang-Undang dasar Republik Indonesia. Indonesia dalam catatan sejarahnya merdeka pada tanggal 17 Agustus Tahun 1945. Sungguh kemerdekaan adalah nikmat dan karunia Allah yang sungguh luar biasa. Oleh karenanya sebagai orang yang beriman, wajib hukumnya untuk mengisi kemerdekaan yang merupakan anugerah dan berkah Allah Swt. Dan berikut cara orang beriman dalam mengisi kemerdekaan

Pertama, kemerdekaan merupakan berkat dan rahmat Allah Swt. Oleh karenanya kemerdekaan ini harus ini dengan rasa syukur yang mendalam kepada Allah. Cara bersyukur kepada Allah dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan

‎يَعْنِي وَاشْكُرُوا لِي بِالطَّاعَةِ وَلَا تَكْفُرُوْنِي بِالْمَعْصِيَةِ فَإِنَّ مَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ عَصَاهُ فَقَدْ كَفَرَهُ 

Artinya, “Maksudnya: bersyukurlah kalian kepada-Ku yaitu dengan ketaatan. Dan, jangan kalian ingkar kepada-Ku dengan maksiat, karena orang yang taat kepada Allah, sungguh telah bersyukur kepada-Nya, dan siapa yang bermaksiat, maka telah mengingkarinya.” (Imam al-Baghawi dalam kitab Tafsir al-Baghawi, juz I, halaman 168)

Kedua, orang beriman akan mengisi kemerdekaan dengan perbuatan-perbuatan baik untuk membangun bangsanya. Orang beriman akan selalu mengedepankan perbuatan baik dan menghindari perbuatan yang merusak bangsa dan negaranya seperti korupsi, kolusi dan nepotisme dll. Hal ini seperti yang dikatakan Syekh Muhammad Bakri asy-Syafi’i dalam kitab Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadlis Shalihin, juz I, halaman 22, 

 ‎يَنْبَغِي لِكَامِلِ الْإِيْمَانِ أَنْ يُعَمَّرَ وَطَنَهُ بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَالْإِحْسَانِ 

Artinya, “Sudah seharusnya bagi orang yang sempurna imannya untuk membangun bangsanya dengan perbuatan-perbuatan benar dan baik.”

Ketiga, cara orang beriman berikutnya dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan serius dalam mencari ilmu dan pengetahuan. Hal demikian karena dengan ilmu tersebut, seseorang akan bisa berkhidmah kepada bangsa dan negaranya melalui profesi dan keahliannya. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Syekh Muhammad dalam kitab at-Tahliyatu wat Targhib fit Tarbiyati wat Tahdzib, halaman 17

‎هُوَ أَنْ تَجْتَهِدَ فِي تَحْصِيْلِ الْعُلُوْمِ وَالمَعَارِفِ التي بِهَا تَتَمَكَّنُ مِنْ خِدْمَةِ الوَطَنِ العَزِيْزِ عَلَى وَجْهِ الْاِكْمَالِ فَاِنَّ الجَاهِلَ تَصَرُّفَاتُهُ كُلُّهَا دَرِيْعَةٌ لَا يَعْرِفُ مَا فِيْهَا المَنْفَعَة 

Artinya, “(cinta pada negara) adalah kamu bersungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Dengannya, kamu bisa berkhidmah untuk bangsa yang luhur, dengan cara yang sempurna. Karena perbuatan orang bodoh, semuanya hanyalah perantara yang tidak tahu apa manfaat yang ada di dalamnya.”

Demikianlah cara orang beriman dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan ajaran Islam. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post