BNPT Ungkap Perubahan Strategi Penyebaran Radikalisme

Harakatuna

08/09/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut kelompok terorisme mengubah strategi dalam menyebarkan faham radikalisme dan terorisme. Saat ini, penyebaran paham tersebut dilakukan melalui media sosial seperti YouTube dan media sosia lainnya.

“Sumpah baiatnya pun dilakukan mereka melalui media sosial,” kata Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol R. Achmad Nurwakhid dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (7/9/2024).

Nurwakhid menjelaskan, perubahan strategi yang digunakan kelompok teroris ini karena aksinya tersudut dan diketahui aparat keamanan. Ditambah lagi, banyak pelaku terorisme ini ditangkap. “Kemudian mereka merekrut anak-anak maupun perempuan,” ujarnya.

Nurwakhid mengatakan, direkrutnya anak-anak dan perempuan ini karena mereka rentan. Seperti, untuk anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. “Anak-anak ini masih dalam mencari jati diri, emotional control-nya belum stabil termasuk perempuan,” ucapnya.

Menurutnya, orang tua yang mempunyai peran besar dalam melindungi anak-anak dan perempuan dari paparan radikalisme. Selain itu, kata dia, lingkungan juga harus menunjang agar anak-anak dan perempuan dari faham radikalisme ini.

“Yang paling bagus adalah menguatkan diri dalam menggunakan gadget dengan lebih bijak,” katanya.

Di sisi lain, Nurwakhid menyampaikan setidaknya ada tiga paham radikalisme saat ini. Seperti, radikalisme kanan yang mengatasnamakan agama. Radikalisme kiri yang mengatasnamakan komunisme, marxisme dan leninisme. Kemudian, radikalisme mengatasnamakan liberalisme dan kapitalisme.

“Kalau bicara yang paling bahaya adalah yang mengatasnamakan agama,” katanya.

Menurutnya, radikalisme atas nama agama telah menjadi keyakinan. Sehingga, ketika BNPT melakukan deradikalisasi membutuhkan pendekatan yang komprehensif. “Tidak hanya pendekatan logika atau brain wash, tetapi juga pendekatan spiritual,” ujarnya.

Leave a Comment

Related Post