BNPT Tekankan Peran Tiga Pilar sebagai Garda Terdepan Cegah Radikalisme di Tingkat Desa

Ahmad Fairozi, M.Hum.

08/05/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bandung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan pentingnya peran strategis Tiga Pilar Kewilayahan—yakni Lurah/Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas—dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan terorisme di tingkat desa dan kelurahan.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K., S.H., M.H., saat membuka kegiatan Diseminasi Buku Saku Deteksi dan Cegah Dini Potensi Radikal Terorisme di Bandung Barat, Rabu (7/5/2025).

“Tiga Pilar ini adalah garda terdepan sekaligus ujung tombak dalam pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di tingkat kelurahan dan desa,” ujar Wawan.

Untuk memperkuat peran tersebut, BNPT menghadirkan Buku Saku Deteksi dan Cegah Dini sebagai panduan praktis bagi aparat di lapangan. Buku ini dirancang untuk membantu Tiga Pilar dalam mengidentifikasi dan menangkal potensi radikalisme secara dini di tengah masyarakat.

“Buku saku ini adalah pedoman singkat yang bisa menjadi panduan (guidance) dalam menghadapi penyebaran radikalisme. Mereka harus memiliki acuan yang jelas dalam menjalankan fungsi sebagai benteng pertahanan di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Wawan juga menekankan bahwa sinergisitas antara ketiga unsur Tiga Pilar sangat krusial dalam penanggulangan terorisme. Menurutnya, tugas mencegah terorisme adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan secara terpadu.

“Keberhasilan dalam mengantisipasi ancaman radikal akan tercapai apabila seluruh pihak mampu menyinergikan peran, tugas, dan fungsi mereka dalam satu visi penanggulangan terorisme,” tegasnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari para peserta kegiatan. Kepala Desa Batujajar Barat, Erwan Hariwan, mengapresiasi langkah BNPT yang memperkuat sinergi di antara aparat kewilayahan.

“Kolaborasi antara kita sangat penting, terutama dalam mendampingi dan mengawasi eks narapidana terorisme yang mungkin tinggal di desa. Tanpa kerja sama, upaya pencegahan akan sulit berhasil,” ujarnya.

Kegiatan diseminasi ini digelar selama dua hari, pada 7–8 Mei 2025, dan diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari Lurah/Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Para peserta menerima berbagai materi terkait peran strategis Tiga Pilar, serta pelatihan deteksi dan pencegahan dini penyebaran radikalisme. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari Kodam III/Siliwangi, Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, serta perwakilan Korbinmas Polri dan Teritorial TNI AD.

Leave a Comment

Related Post