BNPT Tegaskan Peran Negara Krusial dalam Cegah Radikalisme dan Jaga Stabilitas Nasional

Ahmad Fairozi, M.Hum.

11/06/2025

2
Min Read
BNPT Tegaskan Peran Negara Krusial dalam Cegah Radikalisme dan Jaga Stabilitas Nasional

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, menekankan bahwa peran aktif negara dalam membangun ketahanan terhadap ideologi radikal sangat vital demi menjamin stabilitas dan keamanan nasional.

Menurut Eddy, kolaborasi pertahanan dalam skala global maupun domestik menjadi kebutuhan mutlak bagi sebuah negara yang ingin menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan terhindar dari ancaman ideologi ekstrem.

“Memang kerja sama pertahanan secara global untuk kedamaian dan keamanan dalam negeri harus diwujudkan oleh sebuah negara, sehingga stabilitas negara itu lebih terjamin dan kehidupan bermasyarakat serta bernegara menjadi lebih baik,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/6/2025).

Ia menambahkan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme yang dinilainya dapat merusak struktur pertahanan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Negara memang wajib melakukan pencegahan supaya paham radikal terorisme ini tidak tersebar. Karena jika dibiarkan, hal itu bisa mengganggu stabilitas keamanan dan pertahanan Indonesia. Kerangka NKRI harus tetap utuh,” tegasnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BNPT, Tejo Wijanarko, menyampaikan bahwa pencegahan terorisme tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan keamanan konvensional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor serta pemanfaatan teknologi informasi dalam menangkal ancaman radikalisme.

“BNPT selalu berkolaborasi dengan semua kementerian dan lembaga, masyarakat sipil, hingga sektor swasta untuk melakukan pencegahan. Karena saat ini, pencegahan tidak cukup hanya dari sisi keamanan saja, tapi juga harus melibatkan teknologi informasi,” kata Tejo.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela partisipasi BNPT dalam ajang Indo Defence Expo and Forum 2024, sebuah pameran pertahanan terbesar di kawasan, yang juga menjadi simbol penting bagi komitmen Indonesia menjaga kedaulatan negara dari berbagai bentuk ancaman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan acara tersebut menegaskan sikap tegas Indonesia dalam menjaga kedaulatan, dengan menyatakan bahwa bangsa Indonesia lebih memilih gugur dalam perjuangan daripada kembali dijajah oleh bangsa lain.

Partisipasi BNPT dalam Indo Defence 2024 disebut menjadi representasi konkret bahwa menjaga keamanan negara merupakan tanggung jawab bersama, yang hanya bisa tercapai melalui sinergi antarlembaga, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa.

Leave a Comment

Related Post