BNPT Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis bagi Warga Binaan Terorisme

Harakatuna

10/04/2025

3
Min Read
BNPT Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis bagi Warga Binaan Terorisme

Harakatuna.com. Jakarta — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Eddy Hartono, menegaskan komitmen institusinya dalam melakukan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh empati. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halalbihalal yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIB Sentul pada Selasa (9/4).

Mengusung tema “Semangat di Hari Nan Fitri untuk Perkokoh Nilai Kebangsaan dan Toleransi,” acara tersebut menjadi panggung penting bagi BNPT untuk menunjukkan langkah konkret dalam program deradikalisasi.

“Kami adalah pelayan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani warga binaan dengan pendekatan dari hati ke hati,” ujar Komjen Eddy dalam keterangan tertulis yang diterima Garuda.TV, Kamis (10/4).

Deradikalisasi Bukan Sekadar Prosedural

Dalam sambutannya, Komjen Eddy menegaskan bahwa pendekatan deradikalisasi tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban formal, melainkan sebagai usaha membangun jembatan empati untuk membuka ruang transformasi. Ia menekankan pentingnya keterlibatan emosional dan moral dalam proses pembinaan warga binaan terorisme.

“Pembinaan yang kami lakukan harus bisa menyentuh sisi kemanusiaan. Ini bukan soal prosedur, tapi tentang peluang perubahan pola pikir,” jelasnya.

BNPT bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan, serta Densus 88 AT Polri untuk memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan pendampingan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Eddy turut memberikan apresiasi terhadap pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh para warga binaan. Ia menyebut bahwa kegiatan seni merupakan wadah positif yang membuktikan bahwa kreativitas dan literasi tetap bisa tumbuh, bahkan di dalam penjara.

“Apa yang ditampilkan hari ini adalah bukti bahwa seni bisa menjadi jembatan ekspresi dan pemulihan identitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi,” tambahnya.

Kehadiran orang nomor satu di BNPT itu menjadi momen istimewa bagi Lapas Khusus Kelas IIB Sentul. Kepala Seksi Bina Narapidana dan Produksi, Leddi Wahyudi Sunarya, yang mewakili Kalapas Ibnu Fauzi, menyatakan rasa bangganya atas kunjungan tersebut.

“Kehadiran Bapak Kepala BNPT adalah kehormatan besar bagi kami. Ini seperti paket lengkap, karena sebelumnya Bapak Deputi 1 BNPT juga sempat hadir dalam acara buka puasa bersama,” ungkap Leddi.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pimpinan tertinggi BNPT memberikan suntikan semangat baru bagi para warga binaan untuk lebih aktif dalam program pembinaan.

“Dengan sesi salaman hangat di akhir acara, kami melihat ada harapan dan energi positif dari warga binaan untuk terus berproses,” imbuhnya.

Toleransi dan Kebangsaan Sebagai Fondasi Deradikalisasi

BNPT menegaskan bahwa momen halalbihalal ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi sebagai fondasi utama dalam proses deradikalisasi.

Komjen Eddy menyatakan bahwa pendekatan yang bersifat humanis merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang inklusif dan damai, bahkan dimulai dari balik tembok penjara.

“Kami ingin semangat kebersamaan dan pembinaan yang tulus ini terus bergema, tak hanya di Sentul, tapi juga di seluruh penjuru negeri,” tutupnya.

Acara ini menjadi cerminan nyata dari perubahan paradigma dalam penanganan kasus terorisme di Indonesia—dari pendekatan represif ke arah yang lebih edukatif, empatik, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Related Post