BNPT RI dan FKPT Terus Cegah Radikalisme terhadap Orang Tua dan Gen Z di Kalsel

Harakatuna

26/05/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Banjarmasin – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia dan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan upaya pencegahan radikalisme di Kalimantan Selatan. Langkah BNPT RI dalam membentengi orang tua dan Gen Z dari radikalisme mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso menyambut baik kegiatan dari BNPT RI. Pihaknya menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya bersama dalam menciptakan ketahanan keluarga yang cerdas dan tangguh.

“Saya sangat mengapresiasi langkah BNPT RI dan FKPT Kalimantan Selatan, yang telah menggagas kegiatan kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga masyarakat sebagai upaya pencegahan radikalisme di Kalimantan Selatan,” tutur Adi Santoso di Banjarmasin pada Rabu (15/4/2024).

Ia menerangkan, ancaman dan tantangan di masa depan akan semakin banyak dan salah satunya ialah radikalisme. Berdasarkan penelitian terbaru dari BNPT RI tahun 2023, terdapat angka indeks 1,7 poin peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan kita semakin besar serta kompleks karena indeks radikalisme lebih tinggi pada kalangan perempuan dan Gen z.

“Dalam konteks ini peran keluarga hususnya ibu menjadi krusial. Ibu adalah ujung tombak ketahanan keluarga. Ibu menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai Pancasila dan toleransi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kegiatan ini sangatlah relevan dan penting dalam menjawab isu tersebut. Di sisi lain peran orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan anak tetapi juga menjadi pendidik pertama.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peserta husunya para siswa dan wali murid yang ikut,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Roedy Widodo menambahkan pihaknya perlu menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena segala sesuatu yang terkait dengan informasi harus diperiksa terlebih dahulu.

“Semoga dengan kegiatan ini NKRI tetap damai dan Harmoni hususnya di Kalimantan Selatan. Karena ketahanan keluarga merupakan cikal-bakal dari public awareness dalam membina dan menjaga NKRI,” terangnya.

Leave a Comment

Related Post