Harakatuna.com. Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan para mitra deradikalisasi melalui pendekatan pembinaan usaha mandiri. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional deradikalisasi yang humanis dan berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.
Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono, menegaskan bahwa program deradikalisasi yang dijalankan lembaganya tak hanya fokus pada aspek ideologis, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi. “Kami terus melakukan program deradikalisasi, yang meliputi pembekalan wawasan kebangsaan, nilai-nilai keagamaan, serta pelatihan kewirausahaan,” ujar Eddy dalam kegiatan pembinaan mitra deradikalisasi pada Rabu kemarin (16/4/2025).
Dalam pelaksanaan program ini, lembaga yang memiliki tugas dan fungsi penanggulangan terorisme ini menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga keuangan sosial. Pasalnya, kolaborasi tersebut bertujuan untuk memperkuat proses reintegrasi sosial dan ekonomi bagi mantan narapidana kasus terorisme (napiter) agar mereka dapat mandiri dan diterima kembali di masyarakat.
Lebih dari 20 mitra deradikalisasi hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut. Mereka menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi dalam mengembangkan usaha secara mandiri. “Yang hadir dalam kegiatan ini lebih dari 20 orang mitra derad. Kami akan tindak lanjuti dengan berkolaborasi bersama Forkopimda untuk mendukung program kewirausahaan mereka,” jelas Eddy.
Salah satu tantangan utama dalam pemberdayaan mitra deradikalisasi adalah akses permodalan. Untuk menjawab hal ini, BNPT bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyediakan bantuan usaha serta beasiswa pendidikan bagi para mitra. “Harapannya, mitra derad dapat hidup mandiri melalui program-program ini,” tambah Eddy.
Meski demikian, proses reintegrasi sosial tidak selalu berjalan mulus. Menurut Eddy, tidak semua mitra deradikalisasi memiliki minat yang sama dalam dunia kewirausahaan. “Minat kewirausahaan memang bervariasi. Ada yang merasa kurang cocok berdagang atau bertani. Akan tetapi, kami terus mendampingi mereka agar bisa menekuni bidang yang sesuai,” ungkapnya.
Sejak awal berdiri, BNPT menjadikan pembinaan kewirausahaan sebagai bagian penting dalam strategi deradikalisasi nasional. Meski perkembangan tiap individu berbeda, program ini dinilai mampu membangun semangat hidup baru dan memperkecil potensi residivisme. Untuk menjaga keberlanjutan program, BNPT terus mendorong kolaborasi lintas sektor—baik dengan instansi pemerintah maupun pihak swasta—guna meningkatkan efektivitas dan jangkauan pembinaan. “Solusinya adalah gotong royong kementerian dan lembaga agar program mitra derad dapat berjalan optimal,” pungkas Eddy.







Leave a Comment