BNPT Gandeng Unnes Perkuat Kontra Radikalisasi di Kalangan Generasi Muda

Ahmad Fairozi, M.Hum.

05/10/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Semarang — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya memperkuat program kontra radikalisasi, terutama terhadap kelompok rentan seperti generasi muda, perempuan, dan anak.

Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan hal itu dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BNPT dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang digelar di Auditorium Prof. Wuryanto, Unnes, baru-baru ini.

Acara tersebut juga diisi dengan kuliah umum yang diikuti ratusan civitas academica, membahas pentingnya peran dunia pendidikan dalam mencegah penyebaran paham ekstremisme. “Khususnya terhadap generasi muda, perempuan, dan anak yang merupakan kelompok rentan. Di era digital ini, penyebaran paham radikal dan terorisme sangat cepat melalui internet dan media sosial,” ujar Eddy Hartono pada Sabtu (4/10/2025).

Eddy menyampaikan apresiasi kepada pihak Unnes atas komitmen mereka dalam mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan akademik. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yang mewajibkan pemerintah melakukan langkah pencegahan secara menyeluruh.

“Kami dari BNPT mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Rektor Unnes dan jajarannya. MoU ini adalah tindak lanjut dari amanat UU No. 5 Tahun 2018 bahwa pemerintah wajib melakukan pencegahan terhadap tindak pidana terorisme,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa kolaborasi antara BNPT dan perguruan tinggi merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pendidikan dan kesadaran kebangsaan. “Agenda hari ini di Unnes ada dua poin, yaitu penandatanganan kerja sama antara BNPT dan Unnes, serta kuliah umum untuk memperkuat pemahaman kebangsaan,” ujar Martono.

Ia menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap pemerintah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab akademisi untuk menjaga keutuhan NKRI dan nilai-nilai Pancasila.

“Inti dari kolaborasi ini semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara, memperkuat NKRI, serta mempertahankan Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” tegasnya.

Kerja sama BNPT dan Unnes ini diharapkan dapat menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kritis, menekan penyebaran paham radikal, dan menciptakan lingkungan akademik yang toleran, inklusif, serta cinta damai.

Leave a Comment

Related Post