BNPT Dorong Sinergi Stakeholder untuk Pemberdayaan Mitra Deradikalisasi

Ahmad Fairozi, M.Hum.

09/05/2025

2
Min Read
BNPT Dorong Sinergi Stakeholder untuk Pemberdayaan Mitra Deradikalisasi Ahmad Fairozi BNPT

Harakatuna.com. Padang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar dialog bersama sejumlah pemangku kepentingan di Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan terorisme dan deradikalisasi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI), bertempat di Kota Padang, Rabu (7/5).

Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H. menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung mitra deradikalisasi, yakni mantan narapidana terorisme atau individu yang telah keluar dari lingkaran ekstremisme.

“Sinergi ini sangat penting karena di sini ada mitra deradikalisasi yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air yang juga wajib kita lindungi agar kehidupannya bisa lebih produktif dan mandiri,” tegas Eddy Hartono dalam sambutannya.

Ia mencontohkan peran positif Baznas dalam membantu proses reintegrasi sosial para mitra deradikalisasi melalui berbagai program bantuan pendidikan.

“Baznas, misalnya, telah banyak memberikan dukungan melalui program beasiswa kepada anak-anak mitra deradikalisasi. Program ini sudah berjalan di beberapa wilayah seperti Surabaya dan Jakarta,” tambahnya.

Peran FKPT dan Lembaga Adat Minangkabau

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga menekankan peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) sebagai garda depan dalam mendengarkan aspirasi dan permasalahan masyarakat, serta sebagai mitra strategis BNPT dalam menyusun kebijakan yang responsif dan kontekstual.

“FKPT adalah ruang diskusi yang penting untuk menampung dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Harapannya, output dari dialog ini bisa membentuk ketahanan masyarakat terhadap ancaman ideologi kekerasan,” ujarnya.

Dukungan terhadap program BNPT juga datang dari tokoh adat Sumatera Barat. Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuk Nan Sati, menyatakan bahwa langkah-langkah BNPT sejalan dengan upaya perlindungan generasi muda dari pengaruh radikalisme.

“Semua generasi muda Sumbar adalah anak-anak kami. Apa yang dilakukan BNPT selama ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kami dari pengaruh paham kekerasan,” ungkapnya.

Harapan Mitra Deradikalisasi

Mewakili para mitra deradikalisasi di Sumatera Barat, Wawan Zuliardi menyampaikan harapannya agar BNPT terus memberikan pendampingan secara menyeluruh.

“Kami berharap BNPT terus membina dan memberdayakan mitra deradikalisasi dari berbagai aspek, mulai dari pembinaan keagamaan hingga penguatan ekonomi agar kami bisa benar-benar mandiri,” ujarnya.

Dialog ini menjadi bagian dari pendekatan lunak (soft approach) BNPT dalam mengatasi radikalisme dan terorisme, dengan menekankan pada rehabilitasi sosial dan integrasi kembali para mantan pelaku ke dalam masyarakat.

Leave a Comment

Related Post