Blok Timur Bangkit, China Satukan Kekuatan dengan Rusia & Iran

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/06/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Tiongkok – China menjadi tuan rumah dalam pertemuan tingkat tinggi para menteri pertahanan dari beberapa negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), termasuk Rusia dan Iran, yang digelar di kota pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, pada Kamis (26/6). Pertemuan ini berlangsung dalam konteks meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah serta keputusan negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan belanja militer.

Pertemuan ini menyoroti upaya Beijing yang konsisten untuk memposisikan SCO — sebuah blok beranggotakan 10 negara — sebagai kekuatan tandingan terhadap pengaruh negara-negara Barat. China mendorong kerja sama yang lebih erat dalam bidang keamanan, politik, perdagangan, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi di antara negara-negara anggota.

Pertemuan pertahanan ini berlangsung hanya sehari setelah KTT NATO di Den Haag, di mana para pemimpin aliansi sepakat untuk meningkatkan anggaran pertahanan demi memenuhi desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar sekutu NATO berkontribusi lebih besar.

Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan China, Dong Jun, menyampaikan bahwa dunia tengah berada dalam kondisi yang penuh ketidakstabilan dan ketegangan global, dan pertemuan di Qingdao — yang juga merupakan lokasi salah satu pangkalan angkatan laut utama China — menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama kawasan.

“Ketika perubahan besar abad ini berkembang dengan cepat, kita juga melihat peningkatan unilateralisme dan proteksionisme,” kata Dong, dikutip dari kantor berita Xinhua.

“Tindakan hegemonik, dominasi sepihak, dan intimidasi serius telah merusak tatanan internasional,” tambahnya.

Dong mengajak para mitranya untuk mengambil sikap bersama guna menjaga stabilitas dan perdamaian global. “Kita harus mengambil tindakan yang lebih kuat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan damai,” tegas Dong di hadapan para delegasi dari Iran, Rusia, Pakistan, Belarus, dan negara-negara lain yang hadir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov, dalam pertemuan bilateral dengan Dong di sela-sela forum, memuji kedekatan hubungan antara Moskow dan Beijing yang disebutnya berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah hubungan kedua negara. “Hubungan persahabatan antara negara kita terus menunjukkan perkembangan yang positif di semua bidang,” ujar Belousov.

China, yang selama ini mengklaim posisi netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, terus mendapat sorotan dari negara-negara Barat. Mereka menilai bahwa kedekatan hubungan China-Rusia, baik dalam bidang ekonomi maupun diplomasi, telah memberikan dukungan tidak langsung kepada Moskow.

Pertemuan Qingdao ini menjadi simbol kuat pergeseran geopolitik global, di mana negara-negara non-Barat berupaya membangun koalisi dan kerja sama yang lebih solid dalam menghadapi tekanan dan dominasi dari kekuatan tradisional Barat.

Leave a Comment

Related Post