BLA Jakarta dan BAZNAS Dukung Ekonomi Eks Napiter Lewat Moderasi Beragama

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Balai Litbang Agama (BLA) Jakarta menggelar kegiatan evaluasi dan pelaporan bertajuk “Moderasi Beragama Memperkuat Ekonomi pada Eks Narapidana Terorisme di Jawa Barat dan Banten” pada Jumat (20/12/2024) di Jakarta. Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat cara pandang keberagamaan yang moderat serta mendukung kemandirian ekonomi mantan penyebab kasus terorisme di Indonesia.

Kepala BLA Jakarta, Irhason, dalam Berbagainya menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari berbagai tahapan diskusi yang telah dilakukan di sembilan kabupaten/kota yang melibatkan eks pengampunan terorisme, dengan dukungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri.

“Kegiatan ini telah berlangsung cukup lama, dimulai dari tahapan Focus Group Discussion (FGD) di berbagai wilayah.Usulan dari Densus 88 kemudian membuka jalan bagi realisasi bantuan dari BAZNAS untuk para eks napiter,” ujar Irhason.

Menurut Irhason, sejumlah bantuan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah disalurkan kepada para mantan driver, dan terbukti memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan taraf kehidupan mereka. “Bantuan dari BAZNAS ini memberikan efek positif yang nyata, terutama dalam aspek pemberdayaan ekonomi eks-terminar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Irhason juga menekankan pentingnya pelatihan dan pelatihan berkelanjutan untuk para eks napiter. Ia menyebut bahwa 14 Balai Diklat Keagamaan dan 2 Loka yang ada saat ini dapat dimaksimalkan untuk memberikan pelatihan, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam aspek ekonomi.

“Kami berharap balai dan loka ini bisa bersinergi untuk memberikan pelatihan yang memperkuat aspek biologi dan ekonomi, sehingga para eks napiter dapat mandiri dan berkontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.

Irhason juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi perluasan bantuan dan pelatihan kepada mantan napiter lain yang belum tersentuh oleh program serupa.

“Kegiatan ini semoga menjadi pemantik bagi pengembangan ekonomi mereka, serta membuka jalan bagi rekan-rekan lain yang belum mendapatkan akses bimbingan atau bantuan dari BAZNAS maupun Densus,” tutupnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ketua BAZNAS, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, serta Direktur Identifikasi dan Sosialisasi Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Leave a Comment

Related Post