Khilafah Bukan Sistem Baku (Tanggapan atas Buku Khilafah Islamiyah Sistem Baku) (Gus Irwan Masduqi, Intelektual muda NU, alumni Pesantren Lirboyo dan Al Azhar Kairo)
- Sistem Khilafah tidak baku, hanya Ijtihadiyah Dzonniyah. Produk manusia, seperti yg diungkapkan Al Ghazali dan Ibnu Khaldun Khilafah bukan rukun bukan Qath’i, tapi Ijtihadi atau Dzonni, Furu’iyah /Fiqhiyah
- Islam sudah tersebar dimana-mana sehingga sistem Imamah boleh berbeda, tidak harus satu orang untuk semua muslim.
- Islam tidak punya bendera, dan tidak ada tulisan apapun hanya hitam dan putih, itupun hanya ada dalam peperangan. sehingga setiap negara boleh punya Royah berbeda-beda. Bendera hanya taktik saja.
- Karena boleh berbeda-beda tentu Nahdiyin memilih tidak pakai Khilafah karena jangankan menyatukan muslim seluruh dunia, menyatukan Sunni dan Syi’i itu juga ruwet. Kita pilih yg berislam berbangsa dan bernegara saja. PANCASILA. Persis yg diungkapkan KH. Azizi Hasbullah jika dipaksakan maka sesama Sunni saja akan berselisih Pakai Madzhab siapa nanti?? Tawuran lagi,Hnaaah ruwetkan?
- Karena termasuk Furuiyah maka antara yg Pro dan kontra tidak boleh saling mengkafirkan. لا نكفر أحدا من أهل القبلة Sesama ahli qiblat kita tidak boleh saling mengkafirkan.
Dalam sesi ini HTI begitu Ngambang Gongnya blm dapet, tapi Gus Irwan menerangkan secara ringkas gamblang dan mudah dipahami tentunya diselingi guyon ala NU.
Dalam sesi ini pula ternyata sistem Pondok Pesantren yaitu Musyawarah dan MeRoisi menerangkan kitab di depan siswa kelas, disini sangat relavan untuk digunakan seperti Halaqah macam ini yang digunakan Gus Irwan benar-benar gaya pesantren merujuk pada kitab, memurodi, menerangkan dan membuka sesi tanya jawab. Ssehingga audiens begitu antusias karena yg dipaparkan bukan menurut akal fikiran personal tapi menuqil pendapat-pendapat ulama, dan tentunya dengan cara penyampaian yg humanis dan romantis.. he Intinya sistem khilafah masih Ambyarrr








